Dumai
Mengapung 2 Hari di Selat Malaka, Rojali Selamat Setelah Manfaatkan Tutup Fiber
Ia mendapat perawatan di sana setelah berhari-hari terombang ambing di sekitar Perairan Pulau Berhala, Provinsi Sumatera Utara.
Penulis: Fernando | Editor: Afrizal
Rojali sempat memegang tangan rekannya Kasim selama dua hari.
Pria tersebut tak kuasa melepas tangan rekannya yang sudah ia genggam selama dua hari.
Kondisi Kasim saat itu sudah meninggal dunia.
"Sudah tak bisa lagi saya bertahan, genggaman tangannya terlepas dari saya," ujar Rojali menuturkan kisahnya kepada Tim Basarnas Pekanbaru, Sabtu malam.
Baca: Permintaan Bocah 4 Tahun Bikin Ibunya Syok, Tolong Kuburkan Aku Bu, Aku Sudah Tak Kuat!
Baca: Merasa Diraba, Mahasiswi Ini Putuskan untuk Merekam, Apa yang Dilihatnya Bikin Geram
Ia mengaku awalnya mereka hendak memancing Ikan.
Mereka bertolak dari Pantai Labu pada 21 November 2017.
Mereka tak menyangka kejadian naas memimpa keempat nelayan tersebut.
Rojali mengaku sempat dua hari terapung di laut.
Ia hanya pasrah menyaksikan dua jasad rekannya yang meninggal pada insiden ini.
Merekan pun tidak makan dan minum selama dua hari.
Mereka akhirnya bisa terselamatkan oleh awak Kapal MT Chemhelen.
Mereka berteriak sekeras mungkin untuk meminta tolong.
Mereka berharap teriakan itu terdengar oleh awak kapal tangker yang berlayar dari Pelabuhan Belawan menuju Surabaya.
"Kami akhirnya ditolong awak kapal. Mereka membantu kami setelah terapung di laut selama dua hari," paparnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/petugas-basarnas-pekanbaru_20171203_143423.jpg)