Advertorial
Program Keagamaan Diharapkan Lahirkan Bibit Tahfiz
Pemkab Inhil telah mengalokasikan anggaran untuk madrasah dan pondok pesantren tahun ini melalui APBD Kabupaten Inhil sebesar Rp 23,4 miliar lebih.
MELALUI program keagamaan yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Inhil, Bupati Inhil HM Wardan mengharapkan akan terlahir bibit-bibit penghafal Alquran yang bahkan mungkin akan menjadi pemimpin di Kabupaten Inhil kelak.
"Saat ini, pogram Maghrib Mengaji sudah sampai ke desa-desa. Bahkan, nanti kami berharap Kabupaten Inhil dapat memiliki sebuah gedung untuk memusatkan kegiatan tahfiz Alquran. Jadi, pelaksanaan program maghrib mengaji juga ditunjang dengan fasilitas yang memadai," terang Bupati.
Sejauh ini, Wardan mengatakan, telah melihat perkembangan positif dan signifikan dari anak-anak yang mengikuti pelaksanaan program Maghrib Mengaji secara berkesinambungan.
"Melalui pelaksanaan program Maghrib Mengaji dan pemusatan Tahfiz Quran nantinya, semoga anak-anak kita dapat menjadi seorang hafiz Quran yang baik dan berkualitas," harapnya.
Sejumlah program yang terfokus kepada bidang agama ternyata telah mendorong anak-anak dan generasi muda untuk mendalami pendidikan agama. Hal itu diungkapkan Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al Azkiya, Ustadz H M Ridwan, Lc pada tasyakuran pelepasan di Desa Pengalihan, Kecamatan Keritang, Selasa (23/5).
"Mulai dari Magrib Mengaji, hingga Gema Muharram, Alhamdulillah telah mendorong anak-anak kita untuk lebih mendalami belajar agama," ujarnya.
Dorongan belajar tersebut, sambung Ridwan, kini telah berhasil memperoleh prestasi, khususnya untuk santriwan santriwati Ponpes Al Azkiya. Mulai dari tingkat kabupaten hingga tingkat provinsi.
"Alhamdulillah, sejak di event Gema Muharram yang kami ikuti dua tahun lalu, kami telah memperoleh beberapa juara. Di situlah mulainya anak-anak kami makin semangat, dan sekarang ini ada pula yang lagi berlaga di event provinsi, mohon doa semuanya, agar santri kita dapat pula meraih prestasi," ujar Ridwan.
Bupati Wardan berucap syukur beberapa program dirancangnya ternyata bernilai positif dan berdampak langsung ke masyarakat. Khusus untuk keagamaan, tegas Wardan, memang merupakan fokus pemerintahannya pula.
"Tak ada yang dapat kita banggakan seluruh hasil kerja kita ini tanpa diridhoi oleh Allah. Untuk itulah, saya melalui program-program yang dibuat, mengajak seluruh masyarakat untuk selalu ingat kepada-Nya," ucap Wardan.
Kucurkan Rp 23,4 M untuk Madrasah dan Ponpes
Bupati Indragiri Hilir HM Wardan mengatakan Pemkab terus berusaha menganggarkan bantuan untuk madrasah dan pondok pesantren (ponpes) baik dari APBN, Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Riau maupun melalui dana anggaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2017.
Pemkab telah mengusulkan melalui Bankeu Provinsi Riau namun hasil tim verifikasi provinsi tidak dapat diakomodir, namun Pemkab Inhil telah mengalokasikan anggaran untuk madrasah dan pondok pesantren tahun ini melalui APBD Kabupaten Inhil sebesar Rp 23,4 miliar lebih.
"Walaupun kita tidak mendapatkan melalui bantuan keuangan (bankeu) Provinsi Riau untuk madrasah dan pondok pesantren namun kita tetap menganggarkan melalui APBD Kabupaten Indragiri Hilir," ujar Bupati Inhil HM Wardan menyikapi adanya pandangan dari beberapa pihak yang mengatakan Pemkab Inhil yang menganak tirikan sekolah madrasah dan ponpes, Sabtu (12/3)
HM Wardan, memastikan bantuan untuk madrasah dan ponpes tahun ini sudah tidak ada kendala dan sudah tertuang pada APBD tahun anggaran 2017 ini, imbuhnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/bupati-inhil-hm-wardan-menghadiri-peringatan-nuzulul-quran-1438-hijriyah_20171207_092824.jpg)