Jumat, 10 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Bupati Wardan Ingatkan Warga agar tak Menjual Kebun Kelapa

Perbaikan kebun kelapa rakyat memang diketahui telah menjadi satu di antara program kerja Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: harismanto
Tribun Pekanbaru/T Muhammad Fadhli
Bupati Inhil HM Wardan bersama Direktur Eksekutif Asian Pacific Coconut Community (APCC) Mr. Uron N. Salum saat Festival Kelapa Internasional di Tembilahan, September 2017 lalu. 

TRIBUNTEMBILAHAN.COM, TEMBILAHAN - Perbaikan kebun kelapa rakyat memang diketahui telah menjadi satu di antara program kerja Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan sejak awal kepemimpinannya.

Maka tidak heran bila beberapa tahun terakhir Pemkab Inhil tanpa henti melakukan upaya penyelamatan kebun kelapa rakyat melalui berbagai sumber pendanaan, mulai dari kabupaten hingga provinsi.

Satu di antara program tersebut dalam waktu tidak lama lagi akan dilakukan di Kecamatan Concong pada tahun 2018 melalui proyek pembangunan tanggul mekanik dan normalisasi parit.

Camat Concong Antoni mengatakan, pembangunan tanggul mekanik dan normalisasi yang akan dilakukan Pemkab Inhil ini memang sangat dinantikan oleh masyarakatnya.

Sebab ancaman intrusi air laut yang dapat merusak dan menghancurkan kebun kelapa telah menghantui para petani kelapa di daerah tersebut.

“Alhamdulillah, tahun 2018 akan dikerjakan kembali pembangunan tanggul mekanik dan normalisasi parit sepanjang 34,4 kilometer. Nilainya sekitar Rp750 juta,” ujar Antoni, Senin (29/1).

Hal ini tentu saja menjadi kabar gembira bagi masyarakat. Untuk itulah mewakili masyarakat Concong, Antoni sangat berterima kasih kepada Pemkab Inhil yang terus komitmen melakukan upaya untuk menyelamatkan kebun kelapa.

“Ini tentu sangat membantu masyarakat kita dan telah menjadi sesuatu yang sangat dinanti,” tegas Antoni.

Dijelaskan Antoni, sejak Pemkab Inhil mengeluarkan kebijakan program penyelamatan kebun kelapa sudah cukup banyak masyarakat yang terbantu. Apalagi sejak bantuan alat berat diberikan oleh Pemkab Inhil ke Kecamatan Concong.

“Awal tahun lalu kita telah mendapat bantuan alat berat. Sejak itu kita rasakan betul volume yang bisa kita kerjakan jauh lebih besar,” papar Antoni.

Berdasarkan data yang dimilikinya, Antoni menerangkan, untuk 2017 upaya penyelamatan kebun kelapa masyarakat melalui pembangunan tanggul mekanik dan normalisasi yang sudah dilakukan di Kecamatan Concong tercatat sepanjang 48,5 kilometer. Yang terbagi di Desa Concong Tengah atau Air Bagi, Concong Dalam dan Kampung Baru.

Pekerjaan itu, jelas Antoni, merupakan pekerjaan yang dilakukan Pemkab Inhil melalui Dinas Perkebunan yang diawasi Pemerintah Kecamatan maupun melalui anggaran Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ).

“Makanya kita yakin 2018 ini akan lebih dari 34 kilometer itu yang akan dikerjakan. Sebab dari DMIJ, beberapa desa juga telah menganggarkan pula,” terang Antoni.

Di tempat terpisah, Husni, seorang petani kelapa warga Concong mengakui berkat upaya penyelamatan kebun kelapa yang dilakukan Pemkab Inhil sangat dirasakan manfaatnya. Untuk itulah katanya, dirinya sangat berharap agar program ini terus dilaksanakan Pemkab Inhil.

“Ini tentu sangat bermanfaat sekali bagi kita. Kebun tak lagi banjir, sehingga kelapa bisa tumbuh bagus lagi. Kita sangat berharaplah pak, agar ini terus berlanjut. Jadi kebun-kebun kita dapat bagus semua," kata Husni.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved