Setelah Bunuh Dua Putrinya, Pria Ini Buat Dua Tato Mawar Sebelum Dihukum Mati
Akhirnya mantan akuntan itu menjalani eksekusi hukuman mati setelah upaya terakhir mendapatkan pengurangan hukuman ditolak Mahkamah Agung AS.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang pria yang membunuh kedua putrinya yang masih kecil menjalani eksekusi hukuman mati di penjara Huntsville, Texas, AS, Kamis (1/2/2018) malam.
John Battaglia (62) menembak mati Faith (9) dan adiknya Liberty (6) pada Mei 2001.
Sementara, ibu kedua bocah itu, Mary Jean Pearle tak berdaya mendengarkan pembunuhan itu lewat telepon.
Pada Kamis malam, akhirnya mantan akuntan itu menjalani eksekusi hukuman mati setelah upaya terakhir mendapatkan pengurangan hukuman ditolak Mahkamah Agung AS.
Baca: Jadi Tersangka, KPK Ungkap Jumlah Uang Gratifikasi yang Diterima Zumi Zola
Di saat-saat menentukan itu, Mary Jean Pearle menyaksikan proses eksekusi terhadap mantan suaminya.
Saat diminta menyampaikan pernyataan terakhirnya, Battaglia hanya tersenyum sambil memandang mantan istrinya yang berada di balik kaca.
"Hai Mary Jean, sampai berjumpa lagi," kata Battaglia seperti disampaikan media setempat dan petugas penjara.
Battaglia kemudian mengatakan agar eksekusi segera dimulai dan menutup matanya.
Namun, beberapa saat kemudian dia membuka matanya.
"Saya masih hidup?" ujar Battaglia seperti dikabarkan harian Dallas News.
Baca: Dirinya Disebut Wakil Ketua KPK, Istri Zumi Zola: Oh Maaf Keluarga Kami Sudah Kaya
Sesaat kemudian Battaglia menghela nafas dan berkata:
"Saya merasakannya."
Battaglia, mantan anggota marinir, dinyatakan meninggal dunia 22 menit setelah menerima suntikan maut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/john-battagliayoutubedallas-morning-newsmirror_20180202_200108.jpg)