Setelah Bunuh Dua Putrinya, Pria Ini Buat Dua Tato Mawar Sebelum Dihukum Mati
Akhirnya mantan akuntan itu menjalani eksekusi hukuman mati setelah upaya terakhir mendapatkan pengurangan hukuman ditolak Mahkamah Agung AS.
Mary Jeane yang tak berdaya hanya bisa berteriak menyuruh kedua putrinya untuk lari sebelum mendengar suara tembakan dan teriakan suaminya.
"Selamat hari Natal," ujar Battaglia.
Baca: Polisi Nyamar Jadi Orang yang Sudah Meninggal, Alasannya Bikin Nangis
Saat mendengar rentetan tembakan, Mary Jeane menutup telepon dan kemudian menghubungi 911.
Setelah membunuh kedua anaknya, dengan santai Battaglia pergi ke tukang pembuat tato dan membuat dua tato mawar di lengannya.
Di tempat pembuat tato itulah polisi kemudian menangkap Battaglia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/john-battagliayoutubedallas-morning-newsmirror_20180202_200108.jpg)