Minggu, 12 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Menengok Sejarah Kartu Kuning Ala Zadit di Dunia Sepakbola

Meski ide tersebut datang dari wasit Inggris, negeri itu tak serta merta menerapkannya di kompetisi mereka.

istimewa/ Kolasi TribunPekanbaru.com

TRIBUNPEKANBARU.COM - Preiden BEM UI, Zaadit Takwa beri kartu kuning kepada Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

Kejadian ini terjadi saat acara pertemuan Alumni kampus yang terkenal dengan sebutan Yellow Jackets itu.

Ketua BEM UI Zaadit Taqwa
Ketua BEM UI Zaadit Taqwa (tribunjabar)

Kartu ini disebutkan zadit sebagai simbol peringata kepada sang Presiden untuk segera memmbenahi keadaan negara ini.

Kejadian ini pun menjadi viral.

Menjadi perbincangan di masyarakat dan internet. Juga menimbulkan pro dan kontra.

Baca: Tips Mengisi Bensin di SPBU, Tegur Petugas Jika Mereka Ketahuan Lakukan Ini

Namun demikian, terlepas dari fenomena itu semua, perlu juga mengetahui sejarah kartu kuning yang digunakan dalam pertandingan sepakbola.

Melansir Kompas.com, Kartu merah dan kuning baru diperkenalkan pada Piala Dunia 1970.

Namun, inspirasinya muncul pada Piala Dunia 1966, pada perempat final antara tuan rumah Inggris dan Argentina.

Wasit yang memimpin pertandingan itu berasal dari Jerman, yakni Rudolf Kreitlein.

the telegraph
the telegraph ()

Baca: Tampil di Tribun Blast Sore Ini, Irwan Fajar akan Mendedah Cara Praktis Bermain Gitar

Baca: Video Deddy Corbuzier Garang Komentari Kartu Kuning Zaadit, Ungkapannya Bikin Netter Nyaris Terkecoh

Karena melakukan pelanggaran keras, kapten Argentina, Antonio Rattin, dikeluarkan oleh Kreitlein.

Namun, Rattin tak paham apa maksud wasit asal Jerman itu.

Dia pun tak segera meninggalkan lapangan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved