Menengok Sejarah Kartu Kuning Ala Zadit di Dunia Sepakbola
Meski ide tersebut datang dari wasit Inggris, negeri itu tak serta merta menerapkannya di kompetisi mereka.
Penulis: Firmauli Sihaloho | Editor: Firmauli Sihaloho
Wasit Inggris yang ikut bertugas di pertandingan itu, Ken Aston, kemudian masuk ke lapangan. D
engan sedikit modal bahasa Spanyol, dia merayu Rattin untuk meninggalkan lapangan.
Pasalnya, wasit yang memimpin pertandingan, Rudolf Kreitlein, memutuskan begitu.
Karena hanya tahu bahasa Jerman dan Inggris, ia kesulitan menjelaskan keputusannya kepada Rattin.
Karena kasus ini, Ken Aston kemudian berpikir.
Baca: 15 Meme Gokil yang Bikin Ngakak, Ayo Tertawa Dulu, Hidup Jangan Dibikin Susah
Harus ada komunikasi universal yang bisa langsung diketahui semua orang, ketika wasit memberi peringatan kepada pemain atau mengeluarkannya dari lapangan.
Dengan demikian, wasit tak perlu harus membuat penjelasan dengan bahasa yang mungkin tak diketahui pemain.
Suatu hari, dia berhenti di perempatan jalan.
Melihat lampu lalu lintas, dia kemudian mendapatkan ide.
Kemudian, dia mengusulkan agar wasit dibekali kartu kuning dan merah.
Baca: Bertanya Bagaimana Mengemudi di Salju? Pada Putrinya, Ibu Ini Kaget Dikirimi Foto Begini, Ternyata
Kartu kuning untuk memberi peringatan keras atau sanksi ringan kepada pemain yang melakukan pelanggaran.
Adapun kartu merah untuk sanksi berat, dan pemain yang melakukan pelanggaran berat itu harus keluar dari lapangan.
Ide itu diterima FIFA. Pada Piala Dunia 1970, kartu kuning dan merah kali pertama digunakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/sejarah-kartu-kuning_20180209_154354.jpg)