Selasa, 9 Juni 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Stephen Hawking Meninggal Dunia

Stephen Hawking Meninggal Dunia, 3 Pelajaran Ini Bisa Dipetik dari Pejuang Penyakit ALS Ini

Bukan hanya konsep lubang hitam, gelombang gravitasi, dan big bang, hidupnya menyediakan pelajaran berharga bagi kita

Tayang:
istimewa
Stephen Hawking 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Fisikawan Dunia, Stepen Hawking meninggal dunia di usianya 76 tathun pada Rabu (14/3/2018).

Tepat 76 tahun lalu, pasangan suami istri Frank dan Isobel Hawking memiliki putera pertama.

Lahir 8 Januari 1942, tepat 300 tahun setelah kematian Galileo, putera bernama Stephen Hawking tersebut kelak menjadi fisikawan paling berpengaruh di abad 20.

Bukan hanya konsep lubang hitam, gelombang gravitasi, dan big bang yang membuat Hawking berpengaruh, tetapi juga hidupnya sebagai penderita Amythropic Lateral Schlerosis (ALS), penganut ateisme, dan semangatnya dalam komunikasi sains.

Hawking dan hidupnya menyediakan pelajaran berharga bagi kita.

Apa saja?

Jangan Menyerah

Sebagai penderita ALS, Hawking fenomenal. Saat didiagnosis ALS pada usia 21 tahun, Hawking divonis hanya mampu bertahan 2 tahun. Namun ternyata Hawking bukan hanya bisa hidup hingga sekarang tetapi juga menghasilkan karya yang berdampak besar.

Dalam buku autobiografi singkat "Stephen Hawking: My Brief History", ia mengungkapkan bahwa ia tak langsung bisa menerima penyakitnya. Awalnya, ia merasa merasa bosan dengan hidupnya, merasa tak ada hal berguna yang bisa dia lakukan.

Sebuah pengalaman di rumah sakit lantas mengubahnya. "Saya melihat seorang anak laki-laki di ranjang sebelah mati karena leukemia. Itu bukan pengalaman yang baik. Jelas ada orang yang kondisinya lebih buruk dari saya. Kapan pun saya merasa tidak berharga, saya selalu mengingat anak laki-laki itu."

Baca: Stephen Hawking Tinggalkan 3 Anak dan 3 Cucu, Teori Lubang Hitamnya Penuh Kontroversi

Baca: Stephen Hawking Meninggal Dunia, 50 Tahun Lebih Hidup dengan Penyakit ALS

"Segera setelah saya keluar dari rumah sakit, saya merasa seperti akan dieksekusi.

Saya lalu menyadari bahwa banyak hal berharga yang bisa dilakukan jika saya tangguh. Saya juga bermimpi mengorbankan hidup untuk orang lain. Jika saja saya mati setelahnya, setidaknya saya melakukan hal baik," tulisnya. Hawking lantas mengabdikan hidupnya di bidang fisika teoretis.

Ia melahirkan gagasan baru, diantaranya tentang lubang hitam. Menurutnya, lubang hitam tidak menyerap semua informasi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved