Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ini Kendala yang Dihadapi PLN Bebaskan Lahan untuk Tol Tower

Proses pembebasan lahan untuk pembangunan tapak tower untuk tol listrik yang menjadi program nasional, saat ini terkesan jalan di tempat

Penulis: Alex | Editor: Budi Rahmat
Tribunnews.com
Ilustrasi tower listrik 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Proses pembebasan lahan untuk pembangunan tapak tower untuk tol listrik yang menjadi program nasional, saat ini terkesan jalan di tempat untuk Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.

Dari 3.340 target tapak tower yang akan dibangun, sejak tahun 2015 hingga Oktober 2017 lalu, lahan yang sudah dibebaskan menunjukkan angka yang signifikan, yakni 2.189.

Baca: DPMPTS Dumai Mengaku Kewalahan Awasi Reklame, Sampai Izin Berakhir Pun Tidak Tahu

Baca: Cacing Pita dalam Ikan Kemasan Kaleng, Disperindag Pekanbaru Akan Sidak Pasar

Namun sejak Oktober 2017 sampai saat ini pembebasan lahan tersebut tampak terkendala dan seperti jalan ditempat, tanpa progres yang jelas.

Setidaknya, dari total keseluruhan, masih tersisa 440 lahan yang belum dibebaskan untuk pembangunan tol listrik tersebut.

Humas Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Pembangunan (UIP) II Sumbagteng, Desril mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan terkendalanya pembebasan lahan tersebut.

Baca: 220 Calon Anggota Satpol PP Pekanbaru Lulus Ujian Tertulis, Ini Tahapan Selanjutnya

Salah satu yang membuat terkendala itu menurutnya adalah, di lahan yang akan dibangun tersebut warganya tidak berada di tempat.

"Ada pemilik tanah yang tidak berada di tempat. Mereka punya lahan, tapi posisinya berada di luar daerah. Ini yang kadang membuat kita sulit berkomunikasi," ujarnya.

Baca: Sudah Dua Bupati yang Ditemui, Honor BNK Kampar tak Kunjung Dicairkan, Apa Masalah?

Selain itu, persoalan lainnya menurut dia adalah, tidak bersedianya warga untuk dibebaskan lahannya, untuk dibangun tapak tower tersebut.

"Ada juga warga yang keberatan untuk dibebaskan lahannya," imbuhnya.

Namun demikian, menurut dia pihaknya terus berupaya untuk melakukan pembebasan lahan tersebut, dan sampai saat ini menurutnya ada yang dalam proses negosiasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved