Pertalite Naik Jadi Rp 8.150 Per Liter, Warga Kecewa: 'Kenapa Gak Sekalian Rp 100 Ribu Per Liter'

Kebijakan pemerintah dalam menaikkan harga BBM jenis Pertalite, semakin membuat masyarakat kecewa.

Pertalite Naik Jadi Rp 8.150 Per Liter, Warga Kecewa: 'Kenapa Gak Sekalian Rp 100 Ribu Per Liter'
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Ribuan mahasiswa BEM se-Riau melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Riau Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Senin (5/3/2018). Dalam aksi tersebut mereka menyuarakan protes terkait kelangkaan BBM jenis Premium dan mahalnya harga Pertalite. Selain itu mahasiswa menampilkan karakter zombie dan menggunakan topeng bergambar wajah anggota DPRD Riau hingga aksi mendorong mobil angkot. (Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir) 

Ironisnya kenaikan harga ini, Provinsi Riau yang paling mahal dari daerah seluruh di Indonesia, yakni 10 persen.

"Saya terkejut, kok tiba-tiba BBM ini naik. Pemerintah mau membunuh masyarakat. Kenapa tidak sekalian Rp 100 ribu per liter saja, supaya jelas makin sengsara masyarakat. Mungkin ini yang membuat pemerintah senang," kata Efendi, saat ditemui Tribunpekanbaru.com, Minggu (25/3/2018) di SPBU Srikandi.

Kekecewaan masyarakat juga dituangkan melalui Medsos.

Seperti cuitan di dinding Facebook Melanie Zainina: Gimana mau lanjutkan Premium susah Pertalite naik...waduhh...

Begitu juga di Facebook Fauzan: Kok Partalite naik diam-diam aja, nggak ada sosialisasi.

Baca: Seketika Jadi Rajin Makan Padahal Biasanya Gadis Ini Suka Pilih-pilih Makanan, Alasannya Menyedihkan

Baca: Bahayakan KPK, Nyanyian Setya Novanto Soal Puan Maharani dan Pramono Anung

Sementara cuitan Heri pada menuliskan, 'makanya selalu ada sepeda sebagai hadiah karena dia sebetulnya coba mengingatkan bahwa harga BBM itu bakalan berat, kalian tak akan sanggup...biar pake sepeda aja.'

Cuitan warga netizen tersebut menegaskan, bahwa mereka sudah kesal dengan kebijakan pemerintah, yang terus menyengsarakan rakyat.

Sekadar gambaran, DPRD Riau sudah membentuk Pansus merevisi Perda No.4/2015 Pasal 24 ayat (2) tentang pajak BBM non subsidi.

Halaman
1234
Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved