Astaga! Penampakan Air Laut di Penajam Bikin Merinding, Warganet: Kok Mirip Minyak Mentah?
Masyarakat sekitar sudah dihimbau untuk lebih berhati2 & larangan merokok disekitar area tsb, termasuk pemberian masker k
TRIBUNPEKANBARU.COM, PENAJAM - Derita terkait tumpahan minyak di perairan Teluk Balikpapan ternyata tidak hanya dirasakan warga Balikpapan.
Warga di daerah tetangga, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) juga menjadi korban.
Sebuah foto yang diunggah ke Facebook oleh Jamal Al Rasyd, menunjukkan kondisi perairan Penajam yang tercemar.
Air laut berubah menjadi hitam pekat.
Ketika diambil menggunakan gayung, tampak air tersebut mirip seperti cairan oli bekas.
Jamal mendapat kiriman foto-foto tersebut dari Wakapolres PPU, Kompol Nina Ike.
Kemudian ia mengunggahnya ke facebook hingga menjadi viral.
Hingga Minggu (1/4/2018) pukul 16.41 Wita, unggahan tersebut sudah dibagikan lebih 600 kali.
"Begini pekatnya air laut ...... siapa yang harus bertanggung jawab .......
Masyarakat sekitar sudah dihimbau untuk lebih berhati2 & larangan merokok disekitar area tsb, termasuk pemberian masker kepada masyarakat di sekitar perairan Penajam dari BPBD
Photo dari Wakapolres PPU Kompol Nina Ike," tulis Jamal Al Rasyd.

Baca: 10 Tahun Berpisah dari Ariel, 4 Foto Transformasi Sarah Amalia yang Bikin Pangling

Baca: Jika Gandeng Tokoh Ini di Pilpres 2019, Prabowo Dapat Limpahan 11 Juta Suara dan Menang
"Hitamnya Ama pekatnya. Ini curiga bukan menuduh. Kok mirip minyak mentah," komentar akun Setiawan.
"Wahh bahaya tuk warga dan ekosistem dilautan klw gtu," komentar Thole Jun.
"Semoga secepatnya dibersihkan yaa.... Kasihan warga sekitarnya, yang jauh aja tercium. Apalagi yang dekat," komentar Arnie.
"Ais ais.... kagak bisa mancing lagi gue disekitran ntu," komentar Derock Voltury.
"bsok ikanx tinggal nangkap. udah pada matian..," komentar Anindita Thue Ahmadiyanoor.
Mual-mual dan Muntah
Sebelumnya diberitakan ratusan warga di delapan RT di Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), masih merasakan bau menyengat dari sisa tumpahan minyak khususnya yang berada di pesisir pantai.
Bahkan sejumlah warga masih mual-mual dan muntah sehingga terpaksa harus diperiksa di Puskesmas Penajam, Minggu (1/4/2018).

Ketua RT 09 Penajam, Lilis mengatakan, sejak sore kemarin warga sudah merasakan mual-mual dan sulit untuk bernafas.
Hal ini disebabkan karena tumpahan minyak mulai memasuki perkampungan warga di wilayah pesisir Penajam. Bahkan warga tidak berani membuka jendela dan menyalakan kipas angin.
Bahkan tadi pagi, warganya masih merasakan mual dan sesak nafas meski tak separah sebelumnya.
"Tadi pagi ada anak-anak yang sampai muntah karena tak tahan baunya. Sudah diperiksa di puskesmas dan hanya karena tidak tahan mencium bau minyak," ujarnya.
Hal senada juga diutarakan Ketua RT 10, Arfiah.
Ia mengatakan sejumlah warganya sejak kemarin sore mengeluhkan sesak di bagian dada karena mencium bau minyak yang tumpah.
"Tadi pagi juga masih ada warga yang mual-mual karena baunya kan masih ada. Bahkan warga tidak berani keluar rumah," ucapnya.
Ia menambahkan, selain merasakan bau tidak sedap warga sampai sekarang juga masih khawatir untuk memasak menggunakan kompor, karena khawatir terjadi kebakaran.
Sementara itu, Kasubdit Peralatan dan Logistik BPBD PPU, Nurlaila mengatakan, sampai sekarang jumnlah warga yang terdampak terhadap tumpahan minyak mencapai 1.271 jiwa yang berasal dari delapan RT di Kelurahan Penajam.
Ia mengaku, untuk menghilangkan sisa-sisa tumpahan minyak, PT Pertamina juga akan menurunkan petugas untuk melakukan pembersihan. (*)