Kisah Inspiratif
Sakit Parah, Pria Kaya Ini Didoakan 1.000 Orang, Beruntung Ada 4 Sosok Ini, Ia pun Minta Ampun
Tepat di malam Jumat, pukul 24.00, dia datangi malaikat penyabut nyawa. “Sudah waktunya napas putus darimu, wahai cucu Adam
TRIBUNPEKANBARU.COM - Ketulusan doa memiliki kekuatan luar biasa, meski hanya dipanjatkan satu orang saja. Bahkan, doa itu bisa mengubah sesuatu yang tadinya nyaris mustahil.
Alkisah ada seorang kaya raya. Sosrobahu namanya. Perusahaannya berlusin-lusin. Uang di depositonya jika dibelikan rumah mungkin bisa membangun sebuah kota kecil. Pada suatu ketika dia sakit parah. Berbulan-bulan terlentang di rumah sakit. Tepat di malam Jumat, pukul 24.00, dia datangi malaikat penyabut nyawa. “Sudah waktunya napas putus darimu, wahai cucu Adam,” kata sang malaikat.
Bibir biru Sosrobahu makin pucat. Tergagap dia memohon, “Berikanlah aku kesempatan sebentar saja untuk melanjutkan hidupku, please!”
Malaikat diam. Matanya menatap tajam. “Baiklah kalau begitu,” tegas sang malaikat, “Tapi ada syaratnya.”
Baca: Benarkah Perawan Atau Tidaknya Wanita Dapat Dilihat dari Cara Berjalan? Begini Penjelasan Dokter
“Apa itu?” lonjak Sosrobahu kegirangan. “Naik umroh 10 kali dalam setahun, menyantuni 10 ribu anak yatim, atau apa pun pasti kulakukan,” teriaknya. Malaikat tersenyum. “Sederhana saja. Cukup ada 10 orang yang mendoakanmu, maka kamu akan terhindar dari kematian dan sembuh seperti sedia kala.”
“Wah, gampang sekali,” pikir Sosrobahu. Segera dia mengiyakan dan berjanji dalam 48 jam pasti akan lebih dari 1.000 orang yang mendoakannya. Maklum, karyawan di perusahaannya saja ada lebih dari 10 ribu orang. Dari 10% dari mereka saja sudah mencapai 1.000 orang.
Keesokan harinya Sosrobahu memerintahkan stafnya untuk mengadakan acara doa bersama. Dia menyembelih 100 ekor sapi, membagikan pakaian baru, dan memberi amplop masing-masing satu kali gaji kepada seluruh karyawannya agar mau mendoakan kesembuhannya.
Batas 48 jam pun berlalu. Dengan senyum penuh kemenangan Sosrobahu menanti sang malaikat. “Bagaimana, sudah beres bukan. Tidak hanya 10 orang, tapi beratus-ratus orang yang mendoakanku,” katanya kepada malaikat pencabut nyawa yang telah muncul di sisi ranjang.
Baca: Dikejar Pria yang Ingin Memperkosanya, Gadis 12 Tahun Lompat dari Atas Gedung Berlantai 4
“Sayang sekali, duhai cucu Adam. Dari yang kulihat, hanya ada empat orang yang mendoakanmu,” ucap sang malaikat.
“Tidak mungkin,” teriak Sosrobahu. Sebab dia telah mendapat laporan dari bawahannya bahwa hampir semua karyawannya telah memberikan doa untuknya.
“Benar, sebagian karyawanmu telah memberikan doanya. Tapi doa mereka tidak tulus. Mereka berdoa karena diperintah dan takut kepadamu. Bahkan banyak di antara mereka yang justru menertawakan kesakitanmu. Mereka menganggap itu adalah karma dari tingkah polahmu selama ini kepada bawahanmu,” terang malaikat.
“Oh,” keluh Sosrobahu. “Lantas, siapakah empat orang yang mendoakanku dengan tulus itu,” tanyanya seperti dikutip tribunpekanbaru.com dari Intisari-onlie
“Pertama adalah istrimu yang telah kau selingkuhi lebih dari 25 kali itu. Meski telah kau sakiti, cintanya kepadamu tetap tulus. Kedua adalah anakmu. Ketiga adalah ibumu yang kau kirim ke panti jompo. Dan yang terakhir adalah pengemis yatim pinggir jalan yang pernah kau beri uang 10.000 rupiah,” cerita malaikat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/waktu-mustajab-berdoa-di-hari-jumat-doa_20180202_060839.jpg)