Ditelepon Tak Diangkat, Adik Ipar Lalu Datang dan Mengintip dari Jendela, Tercium Aroma Tak Sedap
Seorang pria di Jalan Durian Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), ditemukan sudah menjadi mayat.
Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Ariestia
Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny Kusuma Putra
TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Seorang pria di Jalan Durian RT 05/ RW 10 Kelurahan Ujung Batu, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), ditemukan sudah menjadi mayat.
Bakan jasadnya sudah membusuk di dalam kamar rumahnya.
Kapolres Rohul AKBP Muhammad Hasyim Risahondua S.Ik, M.Si, melalui Paur Humas Polres Rohul Ipda Nanang Pujiono SH, mengungkapkan, korban bernama Juang Sinaga.
Ia menambahkan, Pria kelahiran 10 Mei 1959 tersebut pertama kali ditemukan oleh adik iparnya bernama Berliana boru Sibarani (51)
Berliana tinggal tidak jauh dari rumah korban di Jalan Durian Kelurahan Ujung Batu.
"Jadi berawal Jumat (20/4/2018) sekira pukul 08.00 WIB, saksi pertama Berliana br Sibarani menelpon abang iparnya Juang Sinaga. Namun tidak diangkat," katanya, Minggu (22/4/2018) pada Tribunrohul.com.
Lebih lanjut dijelaskannya, sekitar pukul 10.00 WIB, Berliana br Sibarani datang ke rumah korban Juang Sinaga.
Baca: Parkir Terus Bermasalah di Pekanbaru, Ini Saran Anggota DPRD
Saat pintu diketuk dan dipanggil, tidak ada jawaban dari korban.
Karena tak ada jawaban, jelasnya, saksi Berliana lantas mengintip ke dalam rumah korban, melalui jendela samping rumah dan mencium aroma busuk.
Karena penasaran, Berliana memanggil tetangga abang iparnya, dan mereka masuk ke dalam rumah melalui pintu depan yang tidak terkunci.
"Lalu mereka mencari asal bau busuk, dan bau busuk rupanya berasal dari dalam kamar korban," terangnya.
Ipda Nanang mengungkapkan, di dalam kamar, Berliana dan tetangga melihat abang iparnya sudah menjadi mayat dalam kondisi terlentang dan tidak memakai baju. Pertama kali ditemukan, hidung korban mengeluarkan darah, dan tercium aroma busuk.
Mendapati penemuan mayat tersebut, kemudian Berliana melaporkan hal tersebut ke Polsek Ujung Batu.
Baca: Lama Tak Terdengar, Kehidupan Ucok Baba Kini Bikin Kagum!
Tidak lama berselang, polisi datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang police line dan selanjutnya menghubungi pihak Puskesmas Ujung Batu.
Ipda Nanang menerangkan, hHasil pemeriksaan dilakukan petugas Puskesmas Ujung Batu dr Sulastri Minora tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
Diterangkannya, menurut keterangan pihak keluarga dan dikuatkan dengan keterangan dokter (Sulastri Minora), korban menderita penyakit hipertensi yang bisa mengakibatkan pecah pembuluh darah.
"Setelah mendapat keterangan dari dokter, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi terhadap korban. Barang-barang yang ada di rumah korban juga tidak ada yang hilang," pungkasnya. (*)