Begini Nasib Kasus Alih Fungsi HL Bukit Suligi, YLBHR: Awalnya Respon KLHK Cepat

YLBHR melaporkan perusahaan itu karena diduga mengalihfungsikan kawasan HL Bukit Suligi seluas 472 hektare menjadi Kebun Kelapa Sawit.

Begini Nasib Kasus Alih Fungsi HL Bukit Suligi, YLBHR: Awalnya Respon KLHK Cepat
TribunPekanbaru/Nando
Proses pengecekan titik koordinat oleh Tim KLHK dan YLBHR pada lahan PT Agro Karya yang berada di dalam kawasan hutan -Jumat-22-12-2017 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Fernando Sihombing

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Yayasan Lingkungan dan Bantuan Hukum Rakyat (YLBHR) mempertanyakan kinerja Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera Seksi II Pekanbaru.

Kritik dilontarkan atas penanganan kasus alih fungsi Kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi secara ilegal di Desa Koto Tuo Kecamatan XIII Koto Kampar yang diduga dilakukan PT Karya Agro.

"Tim KLHK sudah turun ke lokasi, sampai sekarang nggak jelas perkembangannya," ungkap Ketua YLBHR, Dempos TB kepada Tribunpekanbaru.com, Sabtu (12/5/2018).

Dempos menyebutkan, YLBHR melaporkan kasus ini pada 4 Desember 2017. Laporan itu cepat ditindaklanjuti.

Tim BPPH KLHK turun ke lokasi pada Jumat, 22 Desember 2017.

Hampir setengah tahun setelah turun ke lokasi, kata dia, tidak ada perkembangan.

"Awalnya responnya cepat. Satu bulan setelah laporan diterima, langsung turun mencek lokasi. Habis itu, kita nggak tau kelanjutannya," ujar Dempos.

Pihaknya tidak pernah menerima pemberitahuan baik lisan maupun surat ihwal perkembangan penanganannya.

Dempos mengaku pihaknya sudah menanyakan perkembangannya langsung kepada Kepala Seksi Wilayah II BPPH, Edward Hutapea. Namun belum ada jawaban.

Halaman
12
Penulis: Fernando Sihombing
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved