Kamis, 23 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kapal Tenggelam di Danau Toba

Datangkan Alat Canggih, Pencarian Bangkai KM Sinar Bangun Diperpanjang

Tim SAR gabungan masih mencari jenazah korban dan bangkai KM Sinar yang tenggelam di Danau Toba pada

Editor: David Tobing
TRIBUN MEDAN/Riski Cahyadi
Warga menyaksikan kedatangan helikopter jenis Dauphin HR-3604 di Dermaga Tigaras Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (23/6/2018). Tim Basarnas akan melakukan pencarian korban KM Sinar Bangun yang tenggelam melalui udara menggunakan helikopter.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI *** Local Caption *** Dauphin HR-3604 

Bahkan, pihak TNI AL pun ikut dan berusaha membantu Basarnas untuk melapaskan lilitan tersebut.

"Iya, benar. Kita juga sedang ikut dan berusaha melepaskan tali itu. Caranya jangkar yang diturunkan dapat melilit di ROV,"ujar Ali di Pelabuhan Tiga Ras, Sabtu (30/6/2018).

KM Sinar Bangun
KM Sinar Bangun (ist)

Terkait gambar visual terkini kondisi para korban yang berada di dasar danau, menurutnya masih sama dengan rekaman sebelumnya alias tidak berubah posisi.

Untuk membantu proses evakuasi jenazah, robot ROV akan didatangkan dari Surabaya menuju lokasi menggunakan pesawat hercules.

Terkait ukuran, alat tersebut jauh lebih besar dari ROV sebelumnya.

"Alat baru ini akan sampai hari ini. Insyaallah sedang diusahakan. Lalu kapal ferry akan membawa kontainer ini. Ukurannya cukup besar hingga total keseluruhan tiga kontainer. Kita doakan hari ini bisa sampai,"tambah Ali.

Saat disinggung tentang alat yang didatangkan dari Singapore, dirinya menyebut bahwa alat yang dimaksud adalah ROV yang akan didatangkan dari Surabaya.

"Alat itu milik perusahaan swasta Indonesia namun dibuat di Singapur,"jelasnya.

Alat tersebut difokuskan untuk mengangkat korban.

Sementara penggunaan pukat juga akan dipertimbangkan agar tidak sampai merusak keutuhan tubuh jenazah para korban.

Ketika evakuasi, untuk penyelam sudah siap turun.

Namun diakuinya, akibat beberapa kendala penyelam hanya bisa turun 50 meter.

Arus air di kedalaman 20-30 meter juga kencang.

Sedangkan untuk di dasar danau diperkirakan minim arus, sehingga posisi jenazah diperkirakan tetap di posisi.

Hingga saat ini, pihak keluarga korban masih berharap para korban KM SInar Bangun dapat dievakusi sehingga bisa dimakamkan dengan layak.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved