Breaking News:

Kapal Tenggelam di Danau Toba

Datangkan Alat Canggih, Pencarian Bangkai KM Sinar Bangun Diperpanjang

Tim SAR gabungan masih mencari jenazah korban dan bangkai KM Sinar yang tenggelam di Danau Toba pada

Editor: David Tobing
TRIBUN MEDAN/Riski Cahyadi
Warga menyaksikan kedatangan helikopter jenis Dauphin HR-3604 di Dermaga Tigaras Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (23/6/2018). Tim Basarnas akan melakukan pencarian korban KM Sinar Bangun yang tenggelam melalui udara menggunakan helikopter.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI *** Local Caption *** Dauphin HR-3604 

TRIBUNPEKANBARU.com -- Tim SAR gabungan masih mencari jenazah korban dan bangkai KM Sinar yang tenggelam di Danau Toba pada Senin (18/6/2018) lalu.

Selama proses pencarian yang cukup panjang itu, Basarnas pun akhirnya menemukan titik terang dan menemukan jenazah korban serta benda yang diduga kuat merupakan KM Sinar Bangun dikedalaman sekitar 450 meter dibawah danau toba.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara Raidil mengatakan, pihaknya bersama seluruh tim yang terlibat dalam melakukan pencarian sudah berusaha maksimal untuk menemukan para korban yang dilaporkan hilang oleh keluarganya.

Baca: VIDEO: Dililit Hutang Rp 120 Miliar, Koperasi di Kampar Tetap Gelar RATdi Hotel Mewah

Baca: 22 Personel Polres Dumai Naik Pangkat

"Seluruh tim sudah melakukan pencarian dan menemukan 20 lebih korban meninggal dan belasan korban selamat," ucapnya kepada Tribun Medan.

Namun, jumlah korban yang ketemukan dalam keadaan hidup maupun meninggal dunia hingga pencarian memasuki dua pekan belum bertambah.

Sementara itu, petugas berencana kembali memperpanjang pecarian proses pencarian korban hingga tanggal 3 juli mendatang.

"Kita akan melakukan proses pencarian sampai 3 Juli mendatang," kata dia, Minggu (1/7/2018).

Namun, pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah pusat terkait lamanya proses pecarian kroban KM SInar Bangun ini.

"Kita masih menunggu keputusan pemerintah sampai 3 Juli mendatang, apakah akan dilanjutkan pencarian atau dibehentikan," tambahnya.

Sementara itu, Basarnas kembali akan mendatangkan alat sebanyak tiga kontainer kelokasi pencarian KM Sinar Bangun.

Alat yang akan kembali didatangkan merupakan Remotely Operated Vehicle (ROV) yang lebih canggih.

Alat buatan singapura ini diharapkan bisa mengevakusia korban yang saat ini masih berada didasar Danau Toba.

Terlebih, robot ROV bawah air milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) saat ini dikabarkan sedang tersangkut saat merekam kondisi jenazah yang berada dikedalaman sekitra 450 meter.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved