Spanduk Mohon Dukungan Riau Jadi Daerah Istimewa Terpasang di Depan Kantor Gubernur Riau

Perjuangan gerakan itu berlanjut kepada tuntutan menjadikan Riau sebagai daerah yang memiliki otonomi khusus atau otsus.

Spanduk Mohon Dukungan Riau Jadi Daerah Istimewa Terpasang di Depan Kantor Gubernur Riau
Tribunpekanbaru/nolpitoshendri
Spanduk Mohon Dukungan Riau Jadi Daerah Istimewa 

“Keprihatinan kami bahwa sejak reformasi dan sejak KRR II, Riau tidak juga mengalami perubahan pada kemajuan dan kesejahteraan yang berarti, yang lebih bersifat substansial. Sementara itu, pemerintah pusat tidak juga menaruh penghargaan yang selayaknya, meski telah berkali-kali berjanji,” ungkap Sulong.

Kondisi kenegaraan pada masa kini, lanjut Sulong,  menunjukkan gejala-gejala yang sangat mengkhawatirkan, hampir di segala bidang.

Faham-faham terlarang seperti dibiarkan berkembang, ekonomi (neo)kapitalis-liberal yang sesungguhnya haram menurut konstitusi kian merajalela, serta situasi politik dan sosial masyarakat mengalami penjungkir-balikan sistem-sistem nilai.

"Maka kami berpendapat, kiranya sekaranglah saat yang tepat untuk kembali melanjutkan perjuangan rakyat Riau dalam upaya meraih kesejahteraan yang bermarwah dan bermartabat. Untuk mencapai itu, ForKerIs menawarkan kepada seluruh peneraju negeri, tooh agama, tokoh masyarakat dan adat, tokoh pemuda dan mahasiswa, tokoh profesi dan politisi, serta seluruh rakyat Riau untuk segera kembali berhimpun guna melaksanakan Kongres Riau Istimewa (d/a KRR III), sebagai kelanjutan yang logis dan berkesinambungan dari KRRR II (2000) dan KRR I (1956), sebagai wadah dan lembaga perjuangan Rakyat Riau,” papar Sulong.

Pokok-pokok fikiran dalam Daerah Istimewa Negeri Riau Darussalam ada sembilan yakni,

1. “Menyatukan kembali ”Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau (KepRi) dalam Negeri Riau Darussalam;

2. Adanya pengakuan dan pengesahan dari Pemerintahan Pusat bahwa secara bersama-sama Riau dan KepRi merupakan Daerah Istimewa, yang disebut sebagai Negeri Riau Darussalam atau DINRD;

3. Pengakuan sebagai Daerah Istimewa ini bukan semata karena besarnya kontribusi Riau dan KepRi dalam bidang ekonomi (sumberdayaalam), tetapi juga dalam konteks kesejarahan, kebudayaan, Bahasa Indonesia, dan posisinya yang sangat strategis;

4. Mengelaborasi kearifan Melayu dalam pemerintahan daerah dan lingkungan masyarakat;

Baca: Ditunda, Pelantikan Rektor UR Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan Rekam Jejak

Baca: Ambisi Besar Juventus Dibalik Megatransfer Cristiano Ronaldo

5. Membentuk MPA (MajelisPermusyawaratanAgung) sebagai representasi dari kearifan Melayu dalam sistem pemerintahan;

Halaman
1234
Penulis: Nolpitos Hendri
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved