Suheriono Napi Lapas Klas IIB Pasirpangaraian Meninggal di RSUD Rohul. Ini Penyebabnya

Suheriono Napi Lapas Klas IIB Pasirpangaraian Meninggal di RSUD Rohul. Ini Penyebabnya

Suheriono Napi Lapas Klas IIB Pasirpangaraian Meninggal di RSUD Rohul. Ini Penyebabnya
Tribunrohul.com/Donny Kusuma Putra
Penyerahan jenazah Suheriono (41 tahun) narapidana (Napi) Lapas Klas IIB Pasirpangaraian yang dilaporkan meninggal dunia dalam perawatan di RSUD Rokan Hulu (Rohul) 

Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny Kusuma Putra

‎TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Suheriono (41 tahun) narapidana (Napi) Lapas Klas IIB Pasirpangaraian dilaporkan meninggal dunia dalam perawatan di RSUD Rokan Hulu (Rohul).

Kepala Lapas Kelas II B Pasirpangaraian, Muhammad Lukman, menjelaskan sebelum meninggal, Suheriono dikenal sebagai Napi aktif‎ di berbagai kegiatan.

Bahkan dirinya juga seorang Tamping atau Napi yang dipekerjakan, di Lapas.

Baca: Ratusan Napi Mengamuk dan Bakar Rutan, Ingin Bertemu Keluarga Pasca Gempa di Donggala

Baca: Aksi Nenek di Pekanbaru Bikin Relawan Gempa dan Tsunami Donggala-Palu Teteskan Air Mata

Baca: Instagram Mendadak Error Sendiri, Ikuti 5 Langkah Ini Untuk Mengatasinya

Beberapa kegiatan pernah diikuti Suheriono, seperti kegiatan kepedulian sosial Lapas, serta ikut membantu petugas saat peningkatan sarana MCK (Mandi, Cuci, Kakus) di Panti Asuhan Budi Mulia, Lenggopan, Kelurahan Pasirpangaraian.

"Jadi Suheriono selama dilapas berkelakuan baik dan aktif dikegiatan," katanya, kepada Tribunrohul.com, Rabu (3/10/2018).

Lukman mengungkapkan, sesuai diagnosa Dokter RSUD Rohul, Napi yang tengah menjalani hukum atas perkara penggelapan ini meninggal karena mengidap penyakit infeksi otak.

Ia menambahakan, sebelum meninggal, Suheriono yang berasal Tebing Tinggi, Provinsi Sumatera Utara ini sering mengeluhkan sakit kepala kepada rekan-rekannya.

Lebih lanjut dijelaskanya, Senin pagi (1/10/2018), almarhum kembali mengeluh sakit kepala lagi. Siang hari, Suheriono muntah-muntah hingga dibawa ke klinik yang‎ ada di Lapas.‎

"Senin sorenya, Suheriono kembali muntah-muntah hingga dirujuk ke RSUD Rohul," terangnya.

Lukman mengaku, sehari kemudian, setelah mendapatkan perawatan intensif, penyakit diderita Suheriono semakin parah, hingga Napi ini menghembuskan nafas terakhir di RSUD Rohul pada Selasa malam (2/10/2018) sekira pukul 23.30 WIB.

"‎Napi ini awalnya hanya mengeluhkan sakit kepala pada umumnya. Namun diagnosa dokter dirinya ternyata mengidap infeksi otak," ungkapnya.

Diakuinya, Karena keluarga Napi ini jauh di Tebing Tinggi, Sumut, sehingga jenazah diserahterimakan ke keluarga terdekatnya yang tinggal di Kota Lama, Kecamatan Kunto Darussalam, Rohul, untuk dimakamkan.

‎"Sudah kita serahterimakan kepada keluarganya tadi pagi, untuk dikebumikan di Kota lama," pungkasnya. (*)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved