Breaking News:

Pekanbaru

TemuanTengkorak Manusia di Payung Sekaki Terungkap, Korban Merupakan Siswa Madrasah Aliyah

Beginilah kronologi kronologi kasus pembunuhan di Payung Sekaki. Jasad korban sempat dibakar pelaku untuk menghilangkan jejak

tribunpekanbaru/johanes
Penemuan tengkorak dan kerangka manusia di Pangkalan Kerinci, Jumat (1/12) 

Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Riau Kombes Pol Hadi Poerwanto menerangkan jika pelaku diketahui berada di Tapung, dan langsung dilakukan penangkapan.

"Seminggu kemudian kita dapat petunjuk pelaku ada di Tapung Kampar. Kemudian dilakukan penangkapan. Pelaku dilakukan tindakan tegas terujur karena dia melawan dan hendak melarikan diri," tegas Kombes Hadi.

Selai menjual HP korban, pelaku juga menjual sepeda motor korban dengan cara memisahkannya per bagian. Ia menjual mesin, sementara untuk ban motor dikubur di belakang rumahnya.

"Sepeda motor mesinnya dijual, ban nya dikubur di halaman belakang rumahnya," terangnya.

Sebelumnya ia diketahui pamit pulang dari sekolah kepada gurunya karena tidak enak badan.

Di perjalanan pulang ia diberhentikan seseorang, dan melakukan perampokan dengan mencuri telepon seluler dan sepeda motor yang dikendarainya.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes pol, Sunarto (tengah) bersama Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Hadi Poerwanto (kiri berbaju putih) dan Kasubdit III DitresKrimum Kompol, Gunar Rahardianto memperlihatkan barang bukti.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes pol, Sunarto (tengah) bersama Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Hadi Poerwanto (kiri berbaju putih) dan Kasubdit III DitresKrimum Kompol, Gunar Rahardianto memperlihatkan barang bukti. (Tribun Pekanbaru/Ilham Yafiz)

Rizky dipukul dan meninggal. Pelaku diketahui merupakan warga Kelurahan Bandaraya, Merki bin Jamil Angkat. Ia diketahui melakukan perbuatan keji, menghabisi nyawa Rizky dengan cara memukul kepalanya.

Tidak puas dengan memukul, ia lantas membakar jasad Rizky dengan pelepah kelapa sawit. Sebelum membakar jasad korban, ia terlebih dulu menumpuknya dengan pelepah pohon kelapa sawit. Sore harinya ia memastikan korban meninggal dunia, dan membakar jasadnya.

Terhadap pelaku, polisi menjeratnya dengan pasal 365 KUHPidana, tentang pencurian dengan kekerasan, yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

"Hukuman maksimal 15 tahun penjara," tandasnya.

Halaman
123
Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved