Gempa di Sulteng

Ngaku Dapat Undangan, BNPB Ragukan Keaslian Surat 8 Relawan Asal China yang Ditolak Masuk Palu

Ngaku Dapat Undangan BNPB Ragukan Keaslian Surat 8 Relawan Asal China yang Ditolak Masuk Palu

Ngaku Dapat Undangan, BNPB Ragukan Keaslian Surat 8 Relawan Asal China yang Ditolak Masuk Palu
Kompas.com/KRISTIANTO PURNOMO)
Puing bangunan di Perumnas Balaroa akibat gempa bumi yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia. 

Seluruhnya ditolak lantaran tidak menaati aturan mengenai kriteria bantuan relawan asing.

Aturan tersebut berupa tidak adanya mitra lokal yang telah didaftarkan NGO tempat bekerja relawan, ke pemerintah Indonesia.

Diberlakukannya aturan tersebut, kata Sutopo, bukan bertujuan untuk melarang relawan asing ikut melakukan proses evakuasi.

Tetapi, izin dibutuhkan untuk memastikan semua bantuan dan kegiatan pencarian dan penyelamatan korban terkoordinasi dengan baik.

"Untuk NGO asing diminta untuk berkordinasi dengan PMI dan afiliasi NGO nasional. Mereka bisa masuk setelah diizinkan dan melakukan kordinasi tersebut," terang dia.

Gempa bermagnitudo 7,4 SR yang terjadi Jumat (28/9/2018) pukul 17.02 WIB di sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah mengakibatkan 2.073 orang meninggal dunia dan 10.679 orang luka berat.

Baca: Warga Jember Meninggal Akibat Terpeleset Ingin Lari Keluar Rumah Saat Gempa Bumi 

Baca: Dila Berlari Selamatkan Bayi Saat Gempa Sitobondo, Sampai Depan Rumah Masih Goyang

Tercatat pula, 680 orang hilang yang diperkirakan masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan akibat gempa dan tsunami.

Selain itu, dilaporkan 82.775 warga mengungsi di sejumlah titik.

Lalu, sebanyak 67.310 rumah dan 662 sekolah tercatat rusak.

Dan 22 fasilitas kesehatan serta 99 fasilitas peribadatan rusak berat. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "8 Relawan Asal China Ditolak Masuk Palu", 

Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved