Kamis, 9 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Hari Pahlawan

Peringatan Hari Pahlawan, Isi Pidato Bung Tomo yang Bakar Semangat Pejuang

'Merdeka atau mati' merupakan pekikan heroik bung Tomo yang mampu membakar semangat para pejuang di Surabaya.

Editor: Sesri
Wikipedia
Bung Tomo 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Hari Pahlawan Nasional yang jatuh pada 10 November diperingati untuk mengenang jasa mereka yang telah berjuang memperebutkan Kemerdekaan Indonesia.

Pertempuran 10 November di Surabaya pun tak lepas dari sosok Bung Tomo.

Bung Tomo yang merupakan pahlawan Nasional membakar semangat para pejuang kala itu.

Suaranya yang lantang menjadi ciri khas dari Bung Tomo.

Saat pertempuran terjadi di Surabaya, Bung Tomo membacakan pidatonya melalui radio.

Baca: Peringatan Hari Pahlawan, 5 Film Indonesia Ini Bisa Ditonton untuk Mengenang Jasa Pahlawan

Baca: Saat di Kota Palu, Ustaz Abdul Somad Cium Tangan Habib Saqqaf. Ternyata Dia Cucu Pahlawan Nasional

Baca: G30S PKI, Ini Hasil Autopsi 7 Pahlawan Revolusi yang Jadi Korban, Penuh Tembakan dan Sayatan

Melalui stasiun radio, Bung Tomo mengobarkan semangat perjuangan rakyat.

'Merdeka atau mati' merupakan pekikan heroik bung Tomo yang mampu membakar semangat para pejuang di Surabaya.

Nah, apa isi pidato Bung Tomo yantg berhasil membakar semangat pejuang untuk melawan penjajah pada 10 November?

 Untuk membakar semangat perjuangan di Hari Pahlawan, yuk, intip isi pidato Bung Tomo dilansir dari Tribunnews.

Berikut isi pidatonya!

Bismillahirrahmanirrahim
Merdeka!!!

Saoedara-saoedara ra’jat djelata di seloeroeh Indonesia,
teroetama, saoedara-saoedara pendoedoek kota Soerabaja
Kita semoeanja telah mengetahoei bahwa hari ini tentara Inggris telah menjebarkan pamflet-pamflet jang memberikan soeatoe antjaman kepada kita semoea.
Kita diwadjibkan oentoek dalam waktoe jang mereka tentoekan, menjerahkan sendjata-sendjata jang kita reboet dari tentara djepang.

Mereka telah minta supaja kita datang pada mereka itoe dengan mengangkat tangan.
Mereka telah minta supaja kita semoea datang kepada mereka itoe dengan membawa bendera poetih tanda menjerah kepada mereka.

Saoedara-saoedara,
didalam pertempoeran-pertempoeran jang lampaoe, kita sekalian telah menundjukkan bahwa
ra’jat Indonesia di Soerabaja
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Maloekoe,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Soelawesi,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Poelaoe Bali,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Kalimantan,
pemoeda-pemoeda dari seloeroeh Soematera,
pemoeda Atjeh, pemoeda Tapanoeli & seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini,

didalam pasoekan-pasoekan mereka masing-masing dengan pasoekan-pasoekan ra’jat jang dibentuk di kampoeng-kampoeng,
telah menoenjoekkan satoe pertahanan jang tidak bisa didjebol,
telah menoenjoekkan satoe kekoeatan sehingga mereka itoe terdjepit di mana-mana

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved