Polisi Pura-pura Pesan Narkoba, Hasilnya 8.617 Butir Ekstasi Diamankan

Polisi berhasil mengamankan 8.617 butir pil ekstasi setelah pura-pura memesan pada seorang pengedar berinisial MJ.

Tribun Pekanbaru/Rizky Armanda
EKSTASI- Kasatres Narkoba Polresta Pekanbaru Kompol Deddy Herman (dua dari kanan) saat memperlihatkan barang bukti pil ekstasi sebanyak 8.617 butir yang berhasil diamankan, Kamis (17/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru: Rizky Armanda

TRIBUNPEKANBARU.COM PEKANBARU- Seorang mahasiswa di Pekanbaru berinisial MJ (27) ditangkap aparat kepolisian dari Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta Pekanbaru. MJ diduga merupakan pengedar narkotika. Dia berhasil ditangkap setelah polisi melakukan pengembangan atas penangkapan yang dilakukan sebelumnya.

Kasatres Narkoba Polresta Pekanbaru Kompol Deddy Herman, Kamis (17/1/2019) menjelaskan, awalnya, pihaknya melakukan penggerebekan di kos-kosan di Kecamatan Lima Puluh, Kamis pekan lalu. Dalam penggerebekan itu, petugas mengamankan sebanyak 4 orang yang diduga tengah pesta narkoba. Sejumlah barang bukti sabu dan ekstasi turut diamankan.

"Dari salah satu tersangka, kita lakukan pengembangkan terhadap jaringan yang diatasnya," kata Kompol Dedy.
Lanjut dia, petugas lantas melakukan pemancingan terhadap pelaku MJ. Petugas yang menyamar kemudian berpura-pura memesan narkoba kepadanya. Pertemuan pun disepakati di pinggir jalan Kubang Raya, Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

"Satu orang berhasil kita tangkap, yakni MJ. Sedangkan satu lagi, diamankan untuk dimintai keterangan. Kita ikut menyita barang bukti satu bungkus besar yang diduga berisi pil ekstasi sebanyak 1.000 butir," sambung Kasat.

Tak berhenti di sana, petugas lalu menyasar ke sebuah rumah yang merupakan tempat tinggal tersangka MJ di sebuah kawasan perumahan, masih di daerah Kecamatan Tampan. Disana, petugas kembali mengamankan sebanyak 7 bungkus besar yang berisi pil ekstasi.

"Setelah kita lakukan penghitungan di Pegadaian, ternyata total barang bukti yang kita amankan berjumlah 8.617 butir," sebut Deddy.

Dia menambahkan, ekstasi ini diduga berasal dari jaringan di luar Provinsi Riau. "Masih kita dalami siapa jaringan ayasnya, pengendalinya, dan dari mana pastinya," paparnya.(*)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved