Hari Pers Nasional 2019
Jelang Hari Pers Nasional 2019, Ini 10 Kasus Pembunuhan Wartawan yang Terjadi di Indonesia
Salah satunya terlihat dari kasus pembunuhan wartawan di Indonesia akibat pemberitaan yang dianggap merugikan pihak tertentu.
Diduga, ia dianiaya, karena bagian belakang kepala dan pelipis kanan pecah, serta kedua tangan memar.
Saat ditemukan, kamera, tape recorder, jam tangan, gelang emas, dan cincin lenyap.
Dikabarkan bahwa siang sebelum ditemukan tewas, korban memberi tahu keluarga akan bertemu dengan seseorang namun tidak menyebut keterangan lebih lanjut.
4. Alfrets Mirulewan
Alfrets ditemukan tewas 18 Agustus 2010 di Pelabuhan Pulau Kisar, Maluku Tenggara Barat.
Pemred Tabloid Pelangi ini melakukan investigasi kelangkaan bahan bakar minyak di Kisar bersama Leksi Kikilay.
Dikabarkan, ada dugaan keterlibatan aparat di dalamnya. Polisi menyatakan Alfrets tewas dibunuh, namun semua tersangka mencabut BAP (Berita Acara Pemeriksaan).
5. Agus Mulyawan
Agus Mulyawan merupakan seorang pembantu koresponden dan fixer di Indonesia untuk Asia Press, sebuah media Jepang.
Dari pemberitaan Harian Kompas edisi 30 September 1999, Agus meninggal karena ditembak di Pelabuhan Qom, Los Palos, Timor Timur pada 25 September 1999.
Disebutkan, penembakan tersebut juga menewaskan delapan orang lainnya. Sehari setelahnya, 26 September 1999, jenazah Agus ditemukan di dasar Sungai Verukoco, Apikuru, Kabupaten Lautem.
6. Fuad M Syarifuddin (Udin)
Fuad Muhammad Syarifuddin adalah seorang jurnalis Harian Bernas di Yogyakarta. Ia dibunuh pada 16 Agustus 1996.
Dikabarkan, pembunuhan ini dikarenakan pemberitaan mengenai dugaan korupsi di Bantul.
Harian Kompas mengabarkan, Udin memang sering menulis mengenai pemberitaan kritis tentang kebijakan pemerintah Orde Baru. Salah satunya adalah berita bahwa Bupati akan membantu pendanaan Yayasan Dharmais jika kembali terpilih.