Hari Pers Nasional 2019
Jelang Hari Pers Nasional 2019, Ini 10 Kasus Pembunuhan Wartawan yang Terjadi di Indonesia
Salah satunya terlihat dari kasus pembunuhan wartawan di Indonesia akibat pemberitaan yang dianggap merugikan pihak tertentu.
Tiga hari sebelum dibunuh, Udin diserang dan dianiaya orang tidak dikenal di rumahnya, Bantul, Yogyakarta.
Baca: Ustaz Abdul Somad Jelaskan Keutamaan Meninggal Dunia di Hari Jumat Hingga Ceritakan Siksa Kubur
Baca: Siswa Tertimpa Pagar Tembok SD Masih Kritis, Polisi Belum Bisa Minta Keterangan Orangtua Korban
7. Ersa Siregar
Ersa Siregar merupakan jurnalis RCTI. Ia tewas ketika melakukan liputan konflik di Nanggroe Aceh Darussalam.
Pada 1 Juli 2003, Ersa bersama juru kamera Ferry Santoro dilaporkan hilang di Kuala Langsa. Empat hari berselang, mobil yang digunakan keduanya ditemukan di Langsa.
Pada 29 Desember 2003, terjadi baku tembak pasukan TNI dengan Gerakan Aceh Merdeka di Kuala Maniham, Simpang Ulim. Ersa meninggal pada kejadian ini.
8. Muhammad Jamaluddin
Muhammad Jamaluddin merupakan juru kamera TVRI Aceh. Ia ditemukan tewas pada 17 Juni 2003.
Terdapat berbagai dugaan atas kematiannya ini, baik dibunuh kelompok GAM hingga ada yang menuduh aparat TNI di Aceh menculiknya karena motif tertentu.
9. AA Prabangsa
Anak Agung Narendra Prabangsa tewas pada 16 Februari 2009 di Pelabuhan Padang Bali. Ia merupakan wartawan Radar Bali.
Polisi kemudian menetapkan sejumlah tersangka pembunuhan berencana ini. Adapun, aktor intelektualis dalam pelaku pembunuhan ini adalah Nyoman Susrama, adik Bupati Bangli Nengah Arnawa. Susrama juga merupakan pengawas proyek Dinas Pendidikan Bangli.
Pengadilan Negeri Denpasar kemudian memutus Susrama dengan hukuman seumur hidup.
Namun, hukuman Susrama kemudian diubah menjadi 20 tahun penjara setelah Presiden Joko Widodo menandatangani remisi perubahan masa hukuman.
Kebijakan Jokowi ini kemudian menuai kecaman. Apalagi, Aliansi Jurnalis Independen menilai bahwa Susrama menjadi satu-satuya pelaku pembunuhan wartawan yang tuntas di pengadilan dengan hukuman berat, namun kemudian mendapat keringanan.
10. Ridwan Salamun