Pagar SD Roboh

Pasca Insiden Pagar Tembok SD Roboh, Aktivitas SDN 121 Pekanbaru Normal

Para siswa tetap beraktivitas di SD yang merupakan komplek dari empat SD. Lokasi pagar yang rubuh sudah dipasangi garis polisi.

tribunpekanbaru/Theorizky
Pagar di SDN 121, Jalan Cut Nya Dien, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru roboh, Kamis (7/2/2019). Dalam kejadian tersebut, seorang murid kelas 3 bernama Salman Faris terluka parah tertimpa reruntuhan tembok hingga terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Fernando Sikumbang

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Aktivitas di SDN 121 Pekanbaru, Jum'at (8/1/2019) tampak normal pascainsiden rubuhnya tembok pagar depan SD di Jalan Cut Nyak Dien, Kamis kemarin.

Seorang siswa bernama Salman menjadi korban hingga menjalani perawatan di rumah sakit.

Berdasarkan pantuan Tribunpekanbaru.com, para siswa tetap beraktivitas di SD yang merupakan komplek dari empat SD. Keempat sekolah yakni SDN 121 Pekanbaru, SDN 06, SDN 12 dan SDN 15.

Lokasi pagar yang rubuh sudah dipasangi garis polisi.

"Saat ini aktivitas normal. Tapi anak anak diimbau tidak beraktivitas di dekat pagar yang rubuh," papar Kepala SDN 121 Pekanbaru, Supartini kepada Tribunpekanbaru.com, Jum'at (8/2/2019).

Wanita berkerudung mengaku kejadian rubuhnya tembok pagar adalah insiden.

Baca: Disdik Kota Pekanbaru akan Tanggung Seluruh Biaya Perobatan Salman, Siswa SD Korban Pagar Roboh

Baca: Pagar SD Roboh di Pekanbaru Makan Korban, Guru Sebut Usia Tembok Sudah Tua

Baca: Begini Penuturan Teman Sekelas Salman Sebelum Tembok SDN 121 Pekanbaru Roboh

Pagar di SDN 121, Jalan Cut Nya Dien, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru roboh, Kamis (7/2/2019). Dalam kejadian tersebut, seorang murid kelas 3 bernama Salman Faris terluka parah tertimpa reruntuhan tembok hingga terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit.
Pagar di SDN 121, Jalan Cut Nya Dien, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru roboh, Kamis (7/2/2019). Dalam kejadian tersebut, seorang murid kelas 3 bernama Salman Faris terluka parah tertimpa reruntuhan tembok hingga terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit. (tribunpekanbaru/Theorizky)

Mereka tidak menyangka siswa menjadi korban dalam insiden tersebut. Bahkan siswanya, Salman masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Supartini mengaku prihatin dengan kejadian itu. Para guru SDN sudah bergantian datang melihat kondisi Salman yang masih terbaring di rumah sakit. Mereka berharap kondisi Salman membaik pasca mengalami insiden tersebut.

"Kami berharap kondisi Salman bisa membaik. Saat kejadian dia sedang main dekat pagar, kami tidak menyangka tembok bakal rubuh," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Fernando
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved