RSAB Pekanbaru Gelar Mini Simposium untuk Kalangan Medis
Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Pekanbaru, kembali menyelenggarakan Mini Simposium untuk kalangan medis, di Gedung RSAB Pekanbaru, Lantai A, Jalan Jender
Penulis: Hendri Gusmulyadi | Editor: kasri
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Pekanbaru, kembali menyelenggarakan Mini Simposium untuk kalangan medis, di Gedung RSAB Pekanbaru, Lantai A, Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Kamis (28/2/2019).
Simposium dibuka dengan penyampaian materi terkait gangguan pendengaran pada anak oleh dr Hidayatul Fitria, SpTHT - KL.
Kesimpulan dari materi Hidayatul Fitria bahwa mendeteksi gangguan dengar sangat penting dilakukan, kemudian pentingnya melalukan pemeriksaan dengan teliti dalam mengatasi gangguan dengar.
Kemudian penting mendeteksi gangguan bayi baru lahir dengan skrining pendengaran, dan mewaspadai gangguan dengar pada anak sekolah terutama karena Otitis Media Efusi (OME).
Jika disimpulkan, materi Mini Simposium bersama dokter ahli di bidangnya masing-masing ini cukup berkaitan. Bila terjadi gangguan dengan pada anak, maka akan berdampak pada ketermabatan pada anak untuk berbicara.
Seperti yang disampaikan dr Ismet, SpA dengan pembahasan seputar Deteksi Keterlambatan Bicara, Biologi dan Tatalaksana juga tidak kalah mendapatkan perhatian dari peserta simposium.
Ismet menyampaikan beberapa point terkait pentingnya mengetahui neuroanatomi fisiologi pusat bicara, mengetahui pola normal perkembangan bicara, mengetahui deteksi dini keterlambatan bicara, dan diagnosis banding etiologi yang sering di jumpai.
"Keterlambatan bicara ini mengenai 7 sampai 10 persen anak, anak dengan keterlambatan bicara 42 persen di antaranya akan mengalami gangguan membaca dan kognitif dikemudian hari," ungkap Ismet.
Ditambahkan, dokter harus bisa mendeteksi keterlambatan bicara dan gangguan bahasa yang terjadi pada anak.
Kemudian menentukan diagnosis dan melakukan intervensi dini, sehingga akan memperbaiki prognosis terhadap sebagian besar kasus intervensi dini yang tepat dan mengetahui perkembangan bicara normal anak.
Ia menyampaikan, normalnya anak sudah harus bisa berbicara dengan baik setelah usia 2 tahun. Bila terdapat gangguan perkembangan hemisfer otak kiri di usia kurang dari 2 tahun, maka akan terjadi gangguan keterlambatan bicara.
Terapi anak dengan keterlambatan bicara biasanya melibatkan dokter, psikolog, terapis, dan orang tua. Tatalaksana penanganan gangguan bicara tergantung diagnosis dan penyebab. (dri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/fasilitas-radioterapi-kanker.jpg)