Rokan Hulu
BPCB Sumbar Turun ke Makam Raja-raja Rambah dan Benteng Tujuh Lapis di Rohul Riau
BPCB Sumbar berkomitmen membantu Pemkab Rihul untuk pelestarian dan pengembangan Situs Cagar Budaya Makam Raja-raja Rambah dan Benteng Tujuh Lapis.
Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Ariestia
"Ini (Makam Raja-raja Rambah) sebetulnya cikal bakal dari kesejarahan Raja Rambah yang terkait dengan persoalan Kabupaten Rokan Hulu secara umum," jelas Agoes saat kunjungannya di Makam Raja-raja Rambah, pada Rabu.
Agoes mengatakan, konsep yang seharusnya dikembangkan di Makam Raja-raja Rambah yang bukan makam biasa ini adalah menggali sejarahnya, sehingga perlu dilakukan pelestarian dan pengembangan di lokasi ini.
Ia menyarankan bagaimana nilai-nilai dan tokoh-tokoh yang dimakamkan di kawasan pemakaman Raja-raja Rambah digali sebagai bahan edukasi bagi pelajar dan masyarakat, sehingga tahu sejarah nenek moyangnya yang ada di Kabupaten Rohul.
Sementara untuk Benteng Tujuh Lapis atau biasa disebut masyarakat sebagai Benteng Aur Berduri, Agoes mengatakan, BPCB Sumbar juga akan melakukan dan mencoba membuat rencana induk pelestarian cagar budaya di benteng bersejarah yang ada di Dalu-Dalu Kelurahan Tambusai Tengah ini.
"Nah, konsep pelestarian itu sendiri jelas, kita tidak hanya bicara tentang pengembangan saja juga bicara tentang perlindungannya seperti apa," ucapnua.
Agoes mengaku, BPCB Sumbar akan menata sebaik mungkin kawasan Benteng Tujuh Lapis atau Benteng 7 Lapis yang sudah terbangun beberapa rumah warga dan mushala tersebut.
Agoes mengaku dalam pelestarian BPCB Sumbar membagi Benteng Tujuh Lapis dalam empat kawasan atau zoning, yakni pertama zona inti dari benteng, kedua zona penyangga sebagai buffer zone untuk menyelamatkan bangunan inti benteng.
Baca: VIDEO, Emak-emak Ngamuk setelah Motornya Ditertibkan dari Trotoar, Nekat Hadang Mobil
Ketiga, zona pengembangan yang dilakukan masyarakat atau pemerintah seperti membangun hotel. Sedangkan ke empat zona sarana dan prasarana seperti parkiran kendaraan yang tertata baik.
Dari sisi pengembangan sendiri, tambah Agoes lagi, tetap sesuai fungsi benteng dan dikembangkan secara kekininian, seperti membangun museum mini, serta peningkatan sarana dan prasarana seperti disediakan wahana playing fox untuk pengunjung yang ingin melihat seluruh kawasan benteng dari atas.
"Nah ini perencanaan ke depan untuk bisa kita manfaatkan dari konsep pelestarian bagaimana benteng ini ke depan," pungkasnya. (Tribunrohul.com/Donny kusuma Putra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/bpcb_sumbar_turun_ke_makam_raja-raja_rambah_dan_benteng_tujuh_lapis_di_rohul.jpg)