Berita Riau
Viscose-Rayon Produk APR dari Riau segera Mendunia, Tampil di Indo Intertex 2019 Jakarta
APR produsen kain yang terbuat dari serat viscose-rayon bekerja sama dengan sejumlah perancang memamerkan pakaian fesyen berkualitas tinggi
Penulis: Nurul Qomariah | Editor: Nolpitos Hendri
Viscose-Rayon Produk APR dari Riau segera Mendunia, Tampil di Indo Intertex 2019 Jakarta
TRIBUNPEKANBARU.COM - Viscose-Rayon Produk Asia Pacific Rayon (APR) dari Riau segera Mendunia, Tampil di Indo Intertex 2019 Jakarta.
Asia Pacific Rayon (APR) produsen kain yang terbuat dari serat viscose-rayon bekerja sama dengan sejumlah perancang memamerkan pakaian fesyen berkualitas tinggi.
Ajang ini merupakan bagian dari Indo Intertex 2019 yang diadakan di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, 28 sampai 30 Maret 2019.
Baca: KIAMAT Tiba Hari JUMAT, Ini Kata Ustadz Abdul Somad dan Dalilnya, Keistimewaan Meninggal Hari Jumat
Baca: Gelar Earth Hour 2019, Pesonna Hotel Pekanbaru Suguhkan Musik Akustik dan Angkringan Pesonna
Baca: Jumlah Penumpang Melonjak Drastis di Terminal BRPS Pekanbaru, 37.860 Penumpang Gunakan 5.768 Bus
Para perancang ini bekerja sama dengan Asia Pacific Rayon (APR), salah satu produsen terbesar viscose-rayon di Asia yang terintegrasi, untuk merancang koleksi desain berbasis bahan yang terbuat dari serat berkelanjutan (sustainable fiber).
Ke depannya, viscose-rayon dapat ditemukan di catwalk Paris, Milan, dan New York.
Dukungan APR untuk Project Runway, salah satu kompetisi fesyen paling bergengsi, serta partisipasi mereka dalam Indo Intertex selaras dengan komitmen perusahaan untuk mengembangkan industri tekstil nasional seiring peta jalan Making Indonesia 4.0., dan untuk mendorong potensi perancang muda kreatif Indonesia ke kancah dunia.
“Potensi Industri tekstil dan fesyen Indonesia semakin meningkat, sehingga Pemerintah menargetkan ekspor tekstil bisa mencapai USD 15 miliar tahun ini,” ujar Muhdori, Direktur Industri Tekstil, Kulit dan Alas Kaki, Kementerian Perindustrian pada pidato pembukaanya.
Kehadiran APR adalah masa depan tekstil Indonesia karena dissolving pulp adalah masa depan industri tekstil dunia.
Kini ada diversifikasi produk tekstil yang tidak hanya berorientasi pada sandang namun juga sudah masuk ke teknologi non-woven dan lain sebagainya.
Baca: KISAH Cewek Cantik Berdarah MINANG di Pekanbaru, KELILING 17 Provinsi di Indonesia Selama 73 Hari
Baca: KISAH Cewek Cantik ANAK BUNGSU Asal Pekanbaru, Melenggang ke Istana Negara Berkat Marching Band
Baca: Kisah CEWEK CANTIK Asal Pekanbaru, Art Director di Kastil Creative, Ikut Pertukaran Pemuda ke Jepang
Direktur APR, Basrie Kamba mengatakan bahwa APR, yang mulai beroperasi awal tahun ini dengan kapasitas produksi sebanyak 240.000 ton viscose-rayon per tahun, merupakan produsen viscose-rayon terintegrasi pertama di Asia dengan sumber bahan baku yang berkelanjutan dan traceable (terlacak).
“Kami yakin hasil produksi viscose-rayon APR dapat mendorong ekspor tekstil Indonesia lebih jauh. Selanjutnya kami optimis APR juga dapat memberikan nilai lebih terhadap industri ekonomi kreatif Indonesia. Para perancang busana yang kami dukung hari ini menunjukkan bahwa sangat mungkin untuk memproduksi fesyen berkualitas tinggi dari Indonesia, dengan viscose-rayon memberikan keunggulan kompetitif,” lanjut Basrie.
Viscose-Rayon Produk APR dari Riau segera Mendunia, Tampil di Indo Intertex 2019 Jakarta. (Tribunpekanbaru.com/Nurul Qomariah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/viscose-rayon-produk-apr-dari-riau-segera-mendunia-tampil-di-indo-intertex-2019-jakarta.jpg)