Siak

Disbud Riau Ungkap Ada Aktifitas Pemugaran Cagar Budaya yang Bisa Mengaburkan Jejak Sejarah

Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Riau akan mengadakan kelompok diskusi terpumpun Selasa mendatang.

Disbud Riau Ungkap Ada Aktifitas Pemugaran Cagar Budaya yang Bisa Mengaburkan Jejak Sejarah
Tribunpekanbaru.com/Theo Rizky
ILUSTRASI - ISTANA Siak Sri Indrapura atau Istana Asserayah Hasyimiah atau Istana Matahari Timur merupakan kediaman resmi Sultan Siak. 

Mencermati berbagai permasalahan cagar budaya di negeri ini, Disbud Riau mengajak semua pemangku kepentingan untuk menjadikan peringatan Hari Warisan Dunia 2019 ini sebagai momentum membangun kesadaran bersama tentang pentingnya makna warisan budaya bendawi itu, beserta sikap dan tindakan terbaik untuk melestarikannya.

"Insya Allah pada kelompok diskusi terpumpun nanti akan lahir pemikiran, sekaligus strategi menyegrakan beberapa kawasan cagar budaya dan heritage mendapat perlindungan dan pengakuan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Kita tahu Candi Muara Takus sudah masuk dalam daftar tentafif warisan dunia. Begitu pula dengan kawasan Kota Pusaka Siak Sri Indrapura," katanya..

Pihaknya mengaku akan memberikan perhatian lebih terhadap kelestarian cagar budaya yang terdapat di provinsi ini, disamping warisan nilai budaya.

Penetapan cagar budaya dan warisan budaya merupakan salah satu indikator capaian kinerja Disbud yang terukur.

Saat ini Provinsi Riau melalui SK Gubernur Riau Syamsuar memperingkat dan menetapkan sebagian kecil cagar budaya dari cagar budaya yang terdapat di Provinsi Riau.

Baca: BAWASLU Riau: Jangan Jadikan Data Website KPU Jadi Pedoman, KPU Bantah CURANG Tapi Akui SALAH Input

Sedangkan untuk nilai budaya pemerintah pusat melalui Ditjen Kebudayaan Kemendikbud RI, terdapat 35 mata budaya sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

"Kita perlu meningkatkan perhatian terhadap kelestarian cagar budaya yang terdapat di provinsi ini. Kita mengakui bahwa penanganan dan pengelolaan kakayaan warisan budaya bendawi ini belum maksimal dikarenakan terbatasnya SDM terkait di Disbud, bila dibandingkan kakayaan cagar budaya dan warisan budaya yang begitu banyak di negeri Riau. Padahal sudah diamanatkan dalam UU nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya," katanya. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Saksikan juga berita video menarik Tribun Pekanbaru dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved