Ditetapkan Jadi Tersangka, Bachtiar Nasir Minta Diperiksa Setelah Lebaran

Bachtiar Nasir berharap pemeriksaannya oleh Bareskrim Polri dilakukan setelah bulan Lebaran.

Ditetapkan Jadi Tersangka, Bachtiar Nasir Minta Diperiksa Setelah Lebaran
Tribunnews.com
Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), Bachtiar Nasir 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) yakni Bachtiar Nasir sebagai tersangka oleh Polri.

Bachtiar Nasir tersandung kasus Tindak Pidana Pencucian Uang atau TPPU.

Bachtiar Nasir dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (8/5/2019) hari ini.

Namun ia tidak bisa hadir lantaran harus mengisi acara pengajian.

Bachtiar Nasir berharap pemeriksaannya oleh Bareskrim Polri dilakukan setelah bulan Lebaran.

"Harapannya selepas bulan Ramadan, karena ini padat, cuman nanti kita lihat kebijaksanaan dan kebijakan dari pihak kepolisian," kata pengacara Bachtiar Nasir, Aziz Yanuar, di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2019).

Bachtiar rencananya diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana asal pengalihan aset Yayasan Keadilan Untuk Semua, Rabu hari ini.

Baca: Kivlan Zein dan Lieus Sungkharisma Dilaporkan ke Bareskrim, Dituduh Sebarkan Berita Bohong

Baca: Tidur Sepanjang Hari di Bulan Ramadan Apakah Bernilai Ibadah? Bagaimana Hukumnya?

Baca: UPDATE Real Count KPU Pilpres 2019 Rabu 8 Mei Pukul 12.00 WIB, Prabowo 43,81% Data Masuk 71,46%

Namun, Bachtiar tak menghadiri dengan alasan memiliki acara pribadi.

Kepolisian kemudian menjadwalkan ulang pemeriksaan pada pekan depan.

Menurut Aziz, kliennya tersebut kemungkinan besar tak dapat memenuhi panggilan jika dilakukan minggu depan.

"Sepertinya kita masih belum bisa penuhi, di suratnya sudah jelas bahwa kita tidak mengemukakan tanggal pastinya nanti," ujarnya.

Terkait kasus ini, Bachtiar diketahui mengelola dana sumbangan masyarakat sekitar Rp 3 miliar di rekening Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS).

Dana tersebut diklaim Bachtiar digunakan untuk mendanai Aksi 411 dan Aksi 212 pada tahun 2017 serta untuk membantu korban bencana gempa di Pidie Jaya, Aceh dan bencana banjir di Bima dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Namun, polisi menduga ada pencucian uang dalam penggunaan aliran dana di rekening yayasan tersebut. (Kompas.com)

Temukan kami di Facebook dan Instagram

Editor: Sesri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved