Idul Fitri 1440 H

H-2 Lebaran, Sudah 556.727 Pemudik Menyeberang dari Jawa ke Sumatera

hingga Senin (3/6/2019) dini hari, terjadi peningkatan jumlah penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni.

H-2 Lebaran, Sudah 556.727 Pemudik Menyeberang dari Jawa ke Sumatera
antaranews.com
Antrean Pemudik di pelabuhan 

H-2 Lebaran, Sudah 556.727 Pemudik Menyeberang dari Jawa ke Sumatera

TRIBUNPEKANBARU.COM - PT ASDP Indonesia Ferry mencatatkan, hingga Senin (3/6/2019) dini hari, terjadi peningkatan jumlah penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni.

Berdasarkan data dari ASDP, Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono mengatakan, 556.727 orang pemudik atau sudah 69,4 persen dari total 803 ribu orang pada periode mudik tahun lalu, yang telah menyeberang dari Jawa menuju Sumatera sejak H-7.

"Ya intinya ada peningkatan dan sudah sekitar 60 persen dari prediksi yang kita lakukan yang sudah menyeberang, tetap masih ada saudara kita yang akan menyeberang sampai 1 Syawal atau hari Rabu mendatang, jadi masih ada 40 persen yang harus kita fasilitasi," kata Djoko Sasono di Pelabuhan Merak, Banten, Senin (3/6/2019).

Dia menambahkan, hingga Senin (3/6/2019) atau H-2 jelang Lebaran, tidak terjadi kondisi puncak mudik yang ekstrem seperti pada tahun-tahun sebelumnnya di Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni.

Baca: Kisah Perjalanan Cinta SBY dan Ani Yudhoyono, Sempat LDR dan Beda Status hingga Kecupan Perpisahan

Baca: Wanita Berusia 55 Tahun Tewas Dililit Ular Piton, Saksi Mata Sebut Ular Sudah Gigit Bagian Leher

"Peningkatan memang terjadi di banding hari-hari normal, tapi kita sangat mensyukuri hingga saat ini tidak ada puncak yang ekstrem yang pernah terjadi beberapa tahun yang lalu. Dengan demikian, kapasitas yang tersedia di lintasan Merak-Bakauheni ini relatif dalam situasi yang terkendali," jelas Djoko Sasono.

Sesjen Djoko mengatakan sesuai prediksi, memang terjadi peningkatan arus penumpang maupun kendaraan di pelabuhan penyeberangan Merak, namun kondisinya tetap terkendali.

"Memang ada antrean. Namun hal tersebut tentu biasa karena ini adalah hari-hari dimana seluruh orang ingin segera pulang kampung untuk berlebaran dan liburan," tambah Sesjen.

Terkait penggunaan uang elektronik yang menimbulkan antrean, Sesjen mengatakan, perubahan tersebut membutuhkan proses sehingga nantinya masyarakat akan menjadi terbiasa.

Menurutnya, penerapan sistem uang elektronik ini diyakini akan meningkatkan efisiensi bagi pengguna jasa dan meningkatkan efektifitas pelayanan.

"Memang biasanya kecenderungan kita senang membawa uang cash, begitu kita harus menerapkan sistem yang untuk mempermudah tentunya butuh proses. Saya yakin masyarakat nanti akan mendapatkan manfaat kalau dengan uang elektronik," ujar Sesjen Djoko.

"Kami mendengarkan keluhan dari masyarakat yang diharapkan akan menjadikan satu bahan perbaikan ke depannya. Hal yang perlu sampai kepada masyarakat bahwa sistem ini nanti akan meningkatkan efisiensi pengguna jasa dan efektifitas pelayanan," tambahnya.

Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved