Pekanbaru

Waspada DBD Mulai Marak di Kota Pekanbaru, Kasus Paling Banyak Ditemukan di Kecamatan Payung Sekaki

di Kecamatan Payung Sekaki Jumlah kasusnya mencapai 38 kasus.Sedangkan di Kecamatan Marpoyan Damai ada 27 kasus dan di Kecamatan Tenayan Raya 21 kasus

Waspada DBD Mulai Marak di Kota Pekanbaru, Kasus Paling Banyak Ditemukan di Kecamatan Payung Sekaki
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
75 Orang Terjangkit DBD di Pekanbaru dalam Dua Bulan, Terbanyak di Kecamatan Sukajadi 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU-  Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru terus bertambah. Kasus DBD paling banyak dari 12 kecamatan terdapat di Kecamatan Payung Sekaki.

Ada puluhan kasus DBD di kecamatan itu. Jumlah kasusnya mencapai 38 kasus. Dua kecamatan lainnya yakni Tampan dan Sukajadi juga masih banyak kasus DBD.

Ada 34 kasus DBD di masing-masing kecamatan itu. Sedangkan di Kecamatan Marpoyan Damai ada 27 kasus dan di Kecamatan Tenayan Raya ada 21 kasus.

Kemudian di Kecamatan Bukit Raya ada 16 kasus. Lalu di Kecamatan Senapelan ada 13 kasus dan Kecamatan Sail ada 11 kasus.

Baca: Masyarakat Diminta Waspada. 34 Kasus DBD Menyerang Selama Lima Bulan Terakhir di Pekanbaru

Lalu si Kecamatan Rumbai Pesisir, Kecamatan Rumbai dan Kecamatan Limapuluh masing-masing 10 kasus. SedangkanndinKecamatan Pekanbaru Kota hanya ada 5 kasus.

Data kasus DBD ecara keseluruhan hingga pekan ke-23 tahun 2019 mencapai 229 kasus.

"Kasus DBD terus bertambah selama hampir enam bulan ini. Kami mengimbau agar masyarakat waspada terhadap penyebaran DBD," Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Maisel Fidayesi kepada Tribun, Jum'at (14/6/2019).

Maisel menyebut bahwa dinas terus melakukan fogging untuk daerah yang sudah ada kasus berdasarkan data pihak puskesmas. Sembari melakukan promosi kesehatan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Baca: Waspada DBD di Pekanbaru, di Sukajadi Sudah Capai 34 Kasus, di Kecamatan Lain Juga Tinggi

Ia mengajak agar masyarakat mencegah penyakit DBD dengan 3 M yakni menguras bak penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, mengubur barang bekas. Lalu melakukan pemberantasan sarang nyamuk.

Masyarakat harus mewaspadai genangan air yang ada di bak kamar mandi, penampungan air, air pembuangan kulkas, pot bunga hingga dispenser air minum. Begitu juga barang bekas di sekitar rumah yang bisa jadi tempat air menggenang.

Baca: Banyak PENDERITA DBD Masih Anak-Anak, Seorang Anak MENINGGAL DUNIA karena DBD di Pekanbaru Riau

Mereka juga harus memastikan tidak ada jentik nyamuk di rumah dan sekitarnya. Sebab adanya jentik nyamuk berpotensi berkembang jadi nyamuk Aedes Aegypti yang jadi penyebab DBD. (Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang)

Penulis: Fernando
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved