Pekanbaru

Mengaku Sudah Berkomunikasi, Pendukung PSPS Sebut Perusahaan Kurang Percaya dengan Pihak Manajemen

Dolly Sandavid koordinator aksi unjukrasa PSPS mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak manajemen PSPS.

Mengaku Sudah Berkomunikasi, Pendukung PSPS Sebut Perusahaan Kurang Percaya dengan Pihak Manajemen
Tribun Pekanbaru/Syaiful Misgiono
Ratusan pendukung klub sepak bola PSPS Riau melakukan aksi unjuk rasa di depan pintu masuk Kantor Gubernur, Jalan Sudirman Pekanbaru, Senin (24/6/2019). 

Mengaku Sudah Berkomunikasi, Pendukung PSPS Sebut Perusahaan Kurang Percaya dengan Pihak Manajemen

TRIBUNPEKANBARU.COM - Dolly Sandavid koordinator aksi unjukrasa PSPS mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak manajemen PSPS.

Sejauh ini persoalan yang terjadi terkait kondisi PSPS sudah disampaikan kepada pendukungnya. Salah satunya adalah terkait kurangnya dukungan perusahaan-perusahaan di Riau kepada manajemen PSPS.

"Kita masih berkomunikasi dengan pihak manajemen. Memang mereka mengakui perusahaan-perusahaan kurang percaya dengan manajemen," kata Dolly.

Baca: BREAKING NEWS: Demo Pendukung PSPS di Kantor Gubernur Riau, 750 Personel Polisi Siaga

Baca: LIVE Facebook: Pendukung PSPS Riau Gelar Aksi Demonstrasi di Kantor Gubernur Riau

Baca: Aksi Heroik Amar Dibantu Warga, Tangkap Pelaku Jambret di Jalan Arifin Achmad Pekanbaru

Namun ketidakpercayaan perusahaan untuk menjadi sponsor PSPS tersebut sebenarnya bisa dicarikan jalan keluarnya jika pihak Pemprov Riau bersedia menfasilitasi dengan pihak perusahaan.

"Ketidak percayaan itu bisa dibangkitkan lagi, misalnya dengan mengganti orang dan orang yang bisa diajak untuk bersinergi itu yang Pemprov. Kemudian nanti Pemprov yang mengajak perusahaan sama-sama bangun tim ini. Jadi kita sama sekali tidak mengharapkan hibah dari Pemprov," ujarnya.

Baca: Di Tengah Kebahagiaan dengan Irish Bella, Ammar Zoni Justru Menangis dan Alami Penyeselan, Ada Apa?

Diakui Dolly saat ini PSPS memang sedang membutuhkan dana untuk bisa tetap eksis dan berlaga di liga 2. Sebab saat ini kondisi keuangan PSPS memang sangat sulit untuk bisa menggelar pertandingan.

"Dari sisi pemain juga sulit, karena mereka dipaksa main dengan gaji yang belum jelas," katanya. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved