Bukan Diracun, Tim Peneliti UGM Ungkap Penyebab Kematian Para Petugas KPPS

Hasil penelitian tim peneliti Universitas Gadjah Mada ( UGM) menunjukan bahwa KPPS meninggal disebabkan karena sejumlah penyakit.

Bukan Diracun, Tim Peneliti UGM Ungkap Penyebab Kematian Para Petugas KPPS
KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN
JENAZAH anggota KPPS 13 Perum Hegarmanah, Cianjur, Jawa Barat, Entis Tisna Sasmita (62) saat akan dibawa ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Entis meninggal setelah diduga kelelahan usai menjalankan tugas di TPS. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Penyebab meninggalnya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS) diungkap tim peneliti Universitas Gadjah Mada ( UGM

Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan tim peneliti, tidak ditemukan adanya racun yang menyebabkan meninggalnya KPPS.

Namun demikian, hasil penelitian menunjukan bahwa KPPS meninggal disebabkan karena sejumlah penyakit.

"Data kami menunjukan bahwa semua yang meninggal itu disebabkan oleh penyebab natural. Semuanya disebabkan oleh problem kardiovaskuler, entah jantung, stroke atau gabungan dari jantung dan stroke," kata Koordinator Peneliti UGM, Abdul Gaffar Karim di Gedung KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2019) seperti yang dilansir dari Kompas.com. 

Baca: Ustaz Rahmat Baequni Diamankan Polda Jabar, Terkait Isi Ceramah Anggota KPPS Meninggal Diracun

Baca: Ani Hasibuan Dokter yang Bongkar Kematian Anggota KPPS Hari Ini Dipanggil Polisi

Ketua KPU Arief Budiman dan Tim Peneliti UGM di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2019).
Ketua KPU Arief Budiman dan Tim Peneliti UGM di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2019). (Kompas.com/Fitria Chusna Farisa)

"Kami sama sekali tak menemukan indikasi misalnya diracun atau sebab-sebab lain yang lebih ekstrim," sambungnya.

Selain itu, berdasarkan hasil autopsi verbal yang dilakukan tim peneliti, ditemukan bahwa rata-rata beban kerja petugas KPPS sangat tinggi.

Baca: Update Terbaru, Jumlah Petugas KPPS Meninggal 486 Orang, Sakit 4.849 Orang

Baca: Misteri Kematian Ratusan KPPS Pemilu 2019 Mulai Terungkap, Dokter Ani Hasibuan: Bukan Karena Lelah

Tidak hanya selama hari pemungutan suara, tetapi juga sebelum dan sesudahnya.

Tim peneliti juga menemukan adanya kendala terkait bimtek, logistik dan kesehatan masing-masing KPPS.

Sehingga, menurut Gaffar, bisa dikatakan bahwa dampak beban kerja yang terlalu tinggi dan riwayat penyakit yang diderita KPPS sebelumnya menjadi penyebab atau meningkatkan risiko terjadinya kematian dan sakitnya petugas KPPS.

Ditambah lagi dengan lemahnya manajemen risiko di lapangan yang menyebabkan sakitnya petugas KPPS tidak tertangani dengan baik sehingga menyebabkan kematian.

"Jadi temuan kami, (KPPS) yang tidak ada penyakit dan misalnya bisa menghandle tekanan-tekanan dengan baik, itu mereka tidak mengalami peristiwa (kematian dan sakit)," ujarnya.

Untuk diketahui, penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti UGM lintas fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK), dan Fakultas Psikologi.

Penelitian dilakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dari 11.781 TPS yang tersebar di seluruh DIY, tim peneliti melakukan penelitian di 400 TPS.

Adapun dari sekitar 400 petugas KPPS yang meninggal, 12 di antaranya berasal dari DIY. (*)

Editor: Sesri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved