Dua Hektare Lahan di Teluk Makmur Terbakar, Tim Gabungan Terkendala Air

Tim gabungan sempat terkendala pasokan air, namun kini sudah dalam tahap pendinginan agar api tidak kembali membesar.

Dua Hektare Lahan di Teluk Makmur Terbakar, Tim Gabungan Terkendala Air
tribun pekanbaru
Anggota tim gabungan Satgas Karhutla Kota Dumai melakukan pendinginan di lahan yang terbakar di Kelurahan Teluk Makmur, Kota Dumai. 

tribunpekanbaru.com - Tim gabungan Satgas Karhutla Kota Dumai, melakukan pendinginan di lahan yang terbakar di Kelurahan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, Dumai, sejak beberapa hari belakangan.

Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Dumai, Afrilagan, Jumat (28/6) mengatakan, pendinginan dilakukan tim gabungan terhadap dua hektare lahan di kelurahan tersebut yang mengalami kebakaran.

"Kondisi terakhir, tim sedang melakukan pendinginan di Teluk Makmur. Lahan terbakar di sana luasnya mencapai dua hektare," ungkap Afrilagan.

Kondisi lapangan yang dihadapi tim BPBD Kota Dumai, terdiri dari semak belukar, tanaman akasia, dan pakis. "Status lokasi, berdasarkan informasi yang didapat merupakan lahan milik masyarakat," sebutnya.

Ditambahkan, kendala utama dalam melakukan pemadaman yang sudah berlangsung beberapa hari itu adalah ketersediaan sumber air di lokasi kebakaran yang sangat minim.

"Walau demikian, tim masih mampu mengupayakan ketersediaan air agar proses pemadaman tidak terputus," terangnya.

Hampir 300 Hektare
Terbakarnya dua hektare lahan di Kelurahan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, menambah panjang daftar jumlah lahan yang mengalami kebakaran di Kota Dumai. Informasi yang dihimpun dari BPBD Kota Dumai per 27 Juni 2019, sudah ada 259,25 hektare lahan yang terbakar sepanjang 2019 ini.

Afrilagan menyebutkan, saat ini proses pendinginan dilakukan Satgas Karhutla di dua lokasi yang berbeda, yaitu di Jalan Dualim 1 Teluk Makmur dengan luas lahan terbakar mencapai 1,5 hektare, dan di Jalan Dahlia Teluk Makmur, dengan luas lahan terbakar mencapai 2 hektare.

"Api berada di permukaan lahan gambut, membuat proses pemadaman dan pendinginan menjadi cukup lama. Belum lagi ketersediaan air untuk proses pendinginan yang sangat terbatas, menjadi menjadi di lapangan," ujarnya. (mad)

Penulis: Syahrul
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved