Artikel
Benarkah Gaya Kepemimpinan Otoriter Lebih Cocok di Era Disrupsi?
Era Disruption menjadikan yang mustahil menjadi nyata dan sesuatu yang diluar nalar kita malah kejadiannya menjadikan kita bisa paham secara logika
BENARKAH GAYA KEPEMIMPINAN OTORITER LEBIH COCOK DI ERA DISRUPSI ?
Oleh: DR. H. Irvandi Gustari
(Akademisi / Praktisi Perbankan)
ERA DISRUPTION menjadikan yang mustahil menjadi nyata dan sesuatu yang diluar nalar kita malah
kejadiannya menjadikan kita bisa paham secara logika.
Memang di era disrupsi ini, kita semakin sadar bahwa kemampuan otak manusia itu sangat terbatas untuk mengikuti berbagai macam perubahan yang
terjadi, walaupun kita tahu bahwa disrupsi yang terjadi itu juga adalah hasil karya manusia.
Kita belum pernah membayangkan sebelumnya bahwa bisnis perhotelan bukan saja di Indonesia namun
juga mendunia, telah dikuasai oleh Airbnb, yaitu bisnis hotel tanpa punya Gedung Hotel, namun volume
transaksinya terbesar didunia.
Nggak terbayang juga sama kita disaat Grab maupun GoJek menguasai
bisnis taksi secara volume maupun secara armada, namun dengan tanpa punya armada taksi, justru bisa
menguasai bisnis tersebut. Apa sebenarnya yang terjadi?
Lalu dengan situasi yang cepat berubah ini, secara singkat kita tentu bertanya, apakah perusahaan-
perusahaan yang hidup di era disrupsi ini, untuk sukses dan berkesinambungan bisnisnya, maka gaya
kepemimpinan (leadership style) seperti apa yang dibutuhkan?
Secanggih apapun Teknologi yang dimiliki oleh suatu perusahaan, dan sekuat apapun modal keuangan
yang dimiliki, namun bila salah memimpin perusahaan tersebut, maka akan terjadi salah kelola dan salah
arah, ujungnya adalah kehancuran.
Jadi? Tidak bisa dipungkiri, bahwa kesuksesan suatu perusahaan diperlukan seorang pemimpin yang mengerti dan memahami cara memimpin perusahaan tersebut, itu lah
yang disebut dengan gaya kepemimpinan.
Ada berbagai teori dan literatur tentang Gaya Kepemimpinan (Leadership Style) ini, namun kita tidak
sedang membahas hal yang bersifat akademis, namun lebih kepada aspek praktisi nya dalam lingkup yang
singkat dalam artikel ini.
Disarikan dari berbagai teori, ada sekitar 6 yang paling menonjol dari sekian
banyak gaya kepemimpinan yang sering jadi pembahasan yaitu:
1. Kepemimpinan Demokratis
2.Kepemimpinan Visioner
3.Kepemimpinan Dengan Coaching
4. Kepemimpinan Afiliatif
5. Kepemimpinan Dengan Pacesetting
6. Kepemimpinan Otoriter
Lalu manakah yang paling efektif untuk diterapkan pada jaman now ataupun era disrupsi ini yang segala
sesuatunya sangat cepat berubah?
Ada yang berpandangan, apapun situasinya maka gaya kepemimpinan
demokrasi yang paling bagus, sebab dengan segala macam perubahan bisa dilakukkan perubahan tersebut
dengan melibatkan kebersamaan dan dijalankan dengan penuh demokrasi, sehingga perubahan itu bisa
dilalui dan diatasi secara bersama pula.
Namun pandangan seperti itu dari sudut pandang yang lain, tidak
sependapat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/pemimpin.jpg)