Rokan Hulu

Ternak Mati Diganti Rp 10 Juta, Peternak Hanya Bayar Premi Asuransi Rp 40 Ribu Setahun

Premi untuk per ekor ternak Rp200 ribu per tahun,tapi karena ada subsidi dari pemerintah Rp160 ribu, maka peternak cukup membayar Rp40 ribu per tahun.

Ternak Mati Diganti Rp 10 Juta, Peternak Hanya Bayar Premi Asuransi Rp 40 Ribu Setahun
istimewa
Suasana sosialisasi asuransi peternakan di di lantai III kantor Bupati Rohul, Selasa (23/7/2019). 

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Demi meningkatkan kesejahteraan para peternak, Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Rohul, mengajak peternak mengansuransikan sapi dan kerbau miliknya.

Ajakan disampaikan pada sosialisasi bertajuk,’Capacity Building & Business Matching Asuransi Usaha Ternak, Asuransi Usaha Ternak Sapi dan KUR’ di lantai III kantor bupati, Selasa (23/7/2019).

Plt Kadisnakbun Rohul melalui Kabid Peternakan dan Keswan Harianto SP mengungkapkan, untuk asuransi hewan ternak sapi dan kerbau ini, pemerintah telah menunjuk PT Asuransi Jasindo (Jasa Indonesia).

"Asuransi ini sangat menguntungkan bagi para peternak sapi dan kerbau," katanya.

Peternak harus tergabung di kelompok, tidak berlaku bagi perorangan, dan ada identitas ternak. Hewan ternak yang bisa diasuransikan minimal berusia 1 tahun, dan memenuhi syarat yang ditentukan Jasindo Pekanbaru.

Premi untuk per ekor ternak Rp200 ribu per tahun, namun karena ada subsidi dari pemerintah Rp160 ribu, maka peternak cukup membayar Rp40 ribu per tahun.

" Bila mau diperpanjang, petani harus bayar premi lagi sebesar Rp40 ribu," terangnya, didampingi Kasi Perbibitan dan Produksi, Ahmad Junaidi.

Menurutnya, banyak keuntungan didapat peternaknya, diantaranya jika hewan ternak mati, bisa diklaim Rp10 juta per ekor. Untuk sapi atau kerbau yang dipotong karena sakit, selama bukan karena wabah jembrana, bisa diklaim dengan bukti surat keterangan dari dokter hewan.

Sedangkan untuk ternak yang hilang karena dicuri, petani bisa menerima klaim Rp7 juta per ekor, namun harus ada keterangan kehilangan dikeluarkan Kepolisian,.

Proses klaim juga mudah. Peternak punya waktu 7 hari setelah kejadian untuk klaim. Setiap sapi yang dinyatakan mati akan dilakukan visum oleh dokter hewan. Akan ada surat dikeluarkan oleh petugas lapangan dan dokter hewan, dan selanjutnya oleh Disnakbun Rohul, diteruskan ke Jasindo Pekanbaru, disertai dengan foto bangkai hewan ternak yang telah dibedah.

"Setelah itu nanti dalam jangka waktu lebih kurang 14 hari, premi akan dikirim ke rekening. Jadi proses klaim juga tidak sulit," tambahnya. (Tribunpekanbaru.com/donny kusuma putra)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved