Berita Riau

Terpidana Pencemaran Nama Baik Bupati Bengkalis Riau Ditangkap

Toroziduhu Laila, terpidana kasus pencemaran nama baik Bupati Bengkalis Amril Mukminin ditangkap oleh pihak Kejari Pekanbaru.

Terpidana Pencemaran Nama Baik Bupati Bengkalis Riau Ditangkap
Internet
Ilustrasi 

Terpidana Pencemaran Nama Baik Bupati Bengkalis Riau Ditangkap

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Toroziduhu Laila, terpidana kasus pencemaran nama baik Bupati Bengkalis Amril Mukminin ditangkap oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru.

Dalam penangkapan ini, pihak Kejari Pekanbaru turut dibantu oleh Polda Riau.

Untuk diketahui, Toro sudah divonis satu tahun penjara oleh majelis hakim terkait kasus tersebut.

Setelah berhasil ditangkap, dia pun langsung dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Pekanbaru, Kelurahan Sialang Bungkuk, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

"Toro langsung dieksekusi ke Rutan Klas IIB, Sialang Bungkuk," ujar Budiman, Kasi Intel Kejari Pekanbaru.

Baca: Remaja 18 Tahun Tewas dalam Kecelakaan Tunggal di Pelalawan Riau, Korban Terjatuh ke Badan Jalan

Dia memaparkan, Toro sendiri dieksekusi setelah 3 kali mangkir dari panggilan pihak kejaksaan.

Akhirnya, pihak Kejari Pekanbaru dibantu Polda Riau, bergerak untuk melakukan penangkapan.

Budiman melanjutkan, usai ditangkap, Toro pun melengkapi administrasi dan menandatangi berita acara eksekusi.

Namun dia menolak menandatanganinya dengan alasan menunggu pengacara. "Kami menjalankan eksekusi karena putusan sudah inkrah sesuai Pasal 270 KUHAP," terang Budiman.

Toro divonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru dengan penjara selama 1 tahun dan denda Rp100 juta atau subsider 3 bulan kurungan penjara. Putusan itu dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Pekanbaru.

Toro dinyatakan bersalah melanggar Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 3 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Toro didakwa JPU melakukan pencemaran nama baik Bupati Bengkalis, Amril Mukminin. Perbuatan itu dilakukan sekitar Januari hingga Desember 2017 silam.

Baca: 13.627 Warga Riau Terserang ISPA Akibat Kabut Asap Kebakaran Lahan

Ketika itu, terdakwa memposting berita-berita di media online terkait kasus yang diduga menjerat Amril. Pemberitaan itu dinilai Amril telah mencemarkan nama baiknya.

Tidak terima, ia melaporkan Toro ke Polda Riau atas tuduhan pencemaran nama baik.(Tribunpekanbaru.com/ Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved