Karhutla
Unjuk Rasa di Kantor Gubri, BEM Unri Beri Waktu 7 Hari Agar Gubernur Tuntaskan Karhutla
Ratusan mahasiswa dari Universitas Riau berunjukrasa di depan Kantor Gubernur Riau, Senin (5/8/2019). Mereka mendesak Gubri selesaikan Karhutla.
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Hendra Efivanias
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ratusan mahasiswa dari Universitas Riau (Unri) berunjukrasa di depan Kantor Gubernur Riau, Senin (5/8/2019).
Dengan mengenakan jaket almamater kampusnya, ratusan mahasiswa ini berorasi tepat di depan pintu masuk kantor Gubernur Riau.
Massa yang melakukan aksi demo di kantor Gubernur Riau membawa sejumlah atribut.
Seperti bendera lembaga mahasiswa dan spanduk yang berisi tuntutan mereka untuk gubernur Riau.
Dalam aksi unjukrasa ini, massa menuntut Pemerintah Provinsi Riau untuk menuntaskan kebakaran hutan dan lahan di Riau yang menyebabkan bencana kabut asap di Riau.
"Kita datang kesini untuk menyampaikan keresahan kita atas bencana kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Riau. Ini keresahan rakyat Riau karena udara dikotori kabut asap yang mengancam keselamat rakyat," kata salah seorang mahasiswa menggunakan pengeras suara.
"Hari ini kita lihat, hati dan mata kepala daerah kita sudah buta dan mati. Karena tidak mampu menyelesaikan kebakaran hutan dan lahan di Riau yang setiap tahun terus saja terjadi," ujarnya.
Baca: Pemotongan Hewan Kurban Diawasi Dinas Peternakan Riau
Baca: Areal BOB dan Konsesi PT RAPP Terbakar dalam Karhutla di Riau, Ada 25 Hotspot Kabut Asap Kepung Siak
Massa juga menuntut Gubernur Riau Syamsuar selaku Komandan Satgas (Dansatgas) Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Riau untuk segera menuntaskan bencana itu.
Sebab akibat Karhutla yang terjadi selama beberapa bulan ini sudah mengancam keselamatan warga Riau.
"Kami tidak ingin lagi ada anak-anak yang meninggal karena menghirup udara yang sudah dikotori dengan kabut asap. Bencana kebakaran hutan dan lahan di Riau harus segera dicarikan solusinya," kata salah seorang pendemo dalam orasinya.
Selain itu, massa juga mempertanyakan slogan hari jadi Provinsi Riau ke-62 yang mengambil tema Riau Hijau Bermartabat.
Menurut pendemo, slogan tersebut sangat bertolak belakang dengan bencana kabut asap yang terjadi di Riau saat ini.
"Katanya Riau Hijau Bermartabat, mana Riau hijau yang bermartabat itu? Lihat saja hari ini hutan kita terbakar, udara kita tercemar kabut asap, jadi mana yang Riau Hijau Bermartabat itu," kata seorang orator.
Pendemo kabut asap yang kembali menyelimuti Riau terutama di beberapa daerah yang terdapat titik api, sangat memberikan efek buruk dalam dalam kehidupan masyarakat.
Tidak hanya mengganggu di sektor pendidikan, tapi juga segala lini di kehidupan sosial.
"Kami minta Pemprov Riau dan kepolisian usut penyebab Karhutla yang kembali terjadi. Siapa pun dia, harus ditindak, terlebih lagi pihak koorporasi yang nyaris tak tersentuh hukum," kata Hafidz Wandripo Indrik salah seorang mahasiswa saat menyampaikan orasinya.
Mahasiswa menuntut Pemprov dan kepolisian agar tidak menutup-tutupi persoalan hukum yang menyangkut Karhutla.
Sebab jika kasus hukum hanya lebih tajam ke masyarakat bawah.
Sementara dari pihak perusahaan tidak pernah ditindak, maka persoalan Karhutla akan selalu terulang.
Tiga hari
Dalam aksi itu, BEM Unri menyampaikan enam tuntutan.
Pertama yaitu menuntut Gubernur Riau menyelesaikan Kathutla selama 7 hari kerja.
Kedua, menuntut Gubri Syamsuar untuk mengungkap aktor intelektual berdasi dan koorporasi paling lambat tiga hari kerja.
Ketiga, menuntut Gubri mengadakan dialog terbuka antara Satgas Kathutla dan mahasiswa Unri serta melibatkan mahasiswa dalam Satgas Karhutla.
Keempat, hentikan diskriminasi hukum pada masyarakat bawah yang diduga sebagai pelaku pembakar lahan.
Kelima, menuntut pemerintah untuk mencabut izin perusahaan pembakar lahan.
Terakhir, menuntut pemerintah daerah dan pusat untuk membentuk tim gabungan pencari fakta Karhutla Riau.
"Kami menilai peran pemerintah daerah masih lemah dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Riau. Sebagai pimpinan tertinggi di Provinsi Riau dan punya kewenangan, maka kami menuntut gubernur Riau untuk segera menyelesaikan Karhutla di Riau," kata Presiden Mahasiswa Unri, Syahrul Ardi. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgio)