Ribuan Ubur-ubur Terdampar Penuhi Pantai Sungai Pinang, Pesisir Selatan, Sumbar

Ribuan ubur-ubur memenuhi pantai sepanjang lebih kurang lima kilometer. Belum diketahui kenapa ubur-ubur itu sampai terdampar ke pantai.

Ribuan Ubur-ubur Terdampar Penuhi Pantai Sungai Pinang, Pesisir Selatan, Sumbar
tribun padang
Ribuan ubur-ubur memenuhi pantai Nagari Sungai Pinang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar. 

tribunpekanbaru.com - Ribuan ubur-ubur terdampar di pantai Sungai Pinang, Nagari Sungai Pinang, Kecamatan Koto XI, Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar). Ribuan ubur-ubur itu memenuhi pantai sejauh lebih kurang lima kilometer, sehingga menjadi fenomena tersendiri.

Kejadian tersebut diduga terjadi karena suhu permukaan laut yang saat ini menurun. Hal itu disampaikan Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Padang Pariaman, Yudha Nugraha, Jumat (9/8).

"Kalau untuk kondisi cuaca memang saat ini didominasi cerah berawan hingga berawan. Ada angin dingin di Samudra Hindia yang membuat penurunan suhu permukaan laut, sehingga ikut mengurangi jumlah nutrisi di lautan," jelas Yudha Nugraha kepada Tribun Padang.

Yudha menduga, ada kemungkinan nutrisi tersebut bergerak ke perairan yang lebih hangat di Pesisir Pantai Sumatra Barat.

"Kondisi ini membuat ubur-ubur ikut mencari makanan hingga ke perairan Sumatra Barat. Mungkin itu kalau dari segi analisa cuaca laut. Kalau untuk perilaku ubur-ubur, lebih jelasnya dapat ditanyakan ke Dinas Kelautan dan Perikanan," katanya.

Meski jumlah ubur-ubur yang terdampar sangat banyak, namun menurut warga tidak berbahaya. Seorang warga setempat, David Andespin mengatakan, bahwa ubur-ubur tersebut tidak membahayakan walaupun terinjak saat berjalan di pasir pantai.

"Jenisnya tidak begitu berbahaya, paling hanya membuat gatal-gatal sedikit saja," kata David kepada Tribun Padang, Jumat (9/8).

Menurutnya, bila ubur-ubur yang terdampar tersebut memiliki tentakel panjang dan badannya kecil serta warna-warni, makan itu jenis yang berbahaya. "Karena bisa menyebabkan kematian, sedangkan ubur-ubur yang saat ini hanya menyebabkan gatal-gatal saja," katanya.

David mengatakan, ubur-ubur yang sudah berada di daratan tersebut sudah dalam keadaan mati. Lantaran jumlahnya yang sangat banyak, di pantai ubur-ubur itu tampak seakan berbaris dan tersusun rapi. Binatang laut tidak bertulang ini menghiasi sepanjang pantai Nagari Sungai Pinang, Koto XI, Pesisir Selatan.

"Memang banyak ubur-ubur di sepanjang pantai Nagari Sungai Pinang ini," tambahnya lagi.

Peristiwa terdamparnya ribuan ubur-ubur ini sempat mengagetkan warga setempat, karena sebagian besar warga tidak mengetahui penyebabnya. Namun warga menduga, terdamparnya ubur-ubur itu karena faktor alam. "Apalagi sekarang ini lagi musim badai," kata David lagi.

Ubur-ubur yang terdampar tersebut dari beragam ukuran, dari yang besar sampai yang ukuran kecil. Bahkan yang ukuran besar, lingkarannya mencapai sebesar piring. (rin/tribun padang)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved