Karhutla di Riau

Karhutla di Riau, Kabut Asap Semakin Tebal, PWNU Riau Gelar Sholat Istisqa Bersama Gubri Syamsuar

Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla di Riau akibatkan kabut asap semakin tebal, PWNU Riau gelar Sholat Istisqa bersama Gubri Syamsuar

Karhutla di Riau, Kabut Asap Semakin Tebal, PWNU Riau Gelar Sholat Istisqa Bersama Gubri Syamsuar
Tribun Pekanbaru/Syafruddin Mirohi
Karhutla di Riau, Kabut Asap Semakin Tebal, PWNU Riau Gelar Sholat Istisqa Bersama Gubri Syamsuar 

Dalam diskusi tersebut, Prof Ashaluddin Jalil selaku tenaga ahli Badan Restorasi Lahan Gambut juga menyampaikan, bahwa kebakaran lahan yang terjadi sekarang, seperti yang disampaikan Kepala BNBP Doni, adalah 99 persen dibakar.

Berdasarkan data yang ada, saat ini sekitar 6 juta hektar lahan gambut di Riau sudah rusak.

Maka, perlu melestarikan lahan gambut, dengan cara tidak menebang pohon semena-mena.

"Makanya, ketika gambut dibakar, apalagi gambutnya di kedalaman lebih 3 meter, tidak mampu disiram menggunakan air, termasuk water boming yang dilakukan belakangan ini.

"Hanya Allah yang mampu mengatasinya. Bagaimana caranya, dengan melaksanakan acara seperti ini sholat Istisqa dan doa bersama," sebutnya seraya mengatakan, bahwa kondisi asap tebal saat ini berdasar penelitian, ternyata memiliki 50 ribu jenis racun, apalagi asap dari lahan gambut.

Sementara itu, Gubernur Riau Syamsuar memaparkan kondisi kekinian Karhutla yang terjadi.

Selama ini, kebakaran hutan dan gambut terjadi di daerah pesisir, seperti Dumai, Meranti, Bengkalis, dan Rohil.

Baca: Karhutla di Riau, Bupati Inhu Yopi Arianto Ancam COPOT Camat Kalau Tak Bisa Tanggulangi Kebakaran

Baca: Sempat VIRAL, Kampung Toga Mempura Riau Suguhkan Anjungan Swafoto dan Spot Terbaik untuk Selfie

Baca: JADWAL Pleno Penetapan Caleg Terpilih DPRD Kuantan Singingi dan DPRD Pekanbaru Periode 2019-2024

Tapi sekarang terbalik, daerah yang banyak titik apinya justru daerah daratan, seperti Inhu, Inhil, Pelalawan dan Siak.

"Acara sholat Istisqa ini kami apresiasi. Waktu saya jadi Bupati Siak dulu, pernah melakukannya. Tapi diawali dengan puasa 3 hari. Tapi yang dilakukan sekarang, sangat bagus dan kita dukung," tegasnya.

Dengan kondisi ini, Gubri sudah membentuk tim untuk menyelidiki daerah yang terbakar, seperti di Tesso Nillo Pelalawan.

Halaman
123
Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved