Motif 5 Pelaku Pembunuhan Mayat dalam Karung di Tegal, Antara Sakit Hati, Cemburu dan Setia Kawan

Pihak kepolisian mengungkap tiga hal yang memicu terjadinya pembunuhan terhadap Nurkhikmah (16).

Editor: Ariestia
Facebook/Millenial Tv
Pelaku (kiri) dan korban semasa hidup, kondisi korban saat ditemukan di rumah kosong 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SLAWI - Jasad Nurhikmah (16) ditemukan tinggal tulang-belulang dalam karung di sebuah rumah kosong, Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jumat (9/8/2019).

Hasil pendalaman penyidikan Tim Satreskrim Polres Tegal, korban diketahui dibunuh secara tidak terencana oleh kelima tersangka.

Para tersangka terdiri dari tiga (3) laki-laki, dan dua (2) perempuan yang ternyata masih di bawah umur.

Hal itu diungkapkan Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto dalam ekspose kepada Tribunjateng.com, Kamis (15/8/2019).

Para tersangka tersebut di antaranya Abdul Malik (20), Muhammad Soproi (18), Saiful Anwar (24), NL (17), dan AI (15).

Baca: 1.946 Preman dan Penjahat Mati Ditembak Petrus di Zaman Soeharto, Perangi Kejahatan Dimasa Orde Baru

Baca: Bocoran Menteri Muda di Kabinet Baru Jokowi, Ada yang Usia di Bawah 30 Tahun dan Bukan dari Partai

Mereka masing-masing ada yang sekampung dengan korban, dari Desa Cikura dan Desa Kajenengan, Kecamatan Bojong.

Pihak kepolisian mengungkap tiga hal yang memicu terjadinya pembunuhan terhadap Nurkhikmah (16).

"Itu spontan pembunuhannya. Sebenarnya, mereka para pelaku bersama korban hanya menegak miras saja di rumah kosong sehabis jalan-jalan dari salah satu obyek wisata di Tegal. Saat mereka semua dalam kondisi mabuk, dari sanalah mulai cekcok," terang AKBP Dwi.

Kapolres menuturkan, pertengkaran dalam kondisi di bawah pengaruh miras itu dimulai karena korban terlebih dahulu menyebut panggilan tak pantas kepada salah satu tersangka.

Kemudian, pelaku yang dipanggil dengan sebutan tak pantas itu akhirnya memanas-manasi tersangka lainnya hingga sang korban diperkosa.

 

Naasnya, sang korban justru diperkosa dan disetubuhi seorang pelaku bernama Abdul Malik yang juga menjalin asmara dengan korban.

"Parahnya, saat diperkosa, adegan hubungan intim antara korban dengan sang pacar disaksikan langsung oleh empat pelaku lainnya karena habis meminum miras. Setelah itu, aksi pembunuhan dimulai secara spontan," tambah Dwi.

Sebenarnya, kata Dwi, barang bukti berupa karung difungsikan sebagai alas untuk perbuatan tidak senonoh di rumah kosong.

Namun karena dalam kondisi tak terkontrol di bawah pengaruh miras, sang pacar justru mencekik korban karena sudah bertunangan dengan cowok lain.

"Akhirnya dicekik sampai tak bernafas. Langsung dengan spontan karung itu dipakai untuk wadah korban. Sebelum dimasukan ke karung, korban terlebih dahulu diikat dengan tali rafia. Seketika, korban yang sudah di dalam karung itu diletakan di rumah kosong pada empat (4) bulan lalu atau april 2019 hingga ditemukan Jumat (9/8/2019) kemarin," cerita Kapolres.

Baca: Ibu Hamil dan Anak-anak Paling Banyak Jadi Korban, Hingga 14 Agustus 11.026 Warga Riau Kena ISPA

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved