Pelalawan

Titik Api Muncul Lagi, Kapolres Pelalawan Riau Perintahkan Personil Menginap di Lokasi Karhutla

Api terdeteksi sejak dua hari yang lalu dan semakin meluas di beberapa lokasi yang mengakibatkan tim rayon kecamatan tak mampu memadamkan sekaligus.

Titik Api Muncul Lagi, Kapolres Pelalawan Riau Perintahkan Personil Menginap di Lokasi Karhutla
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Tim gabungan berusaha memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, tidak jauh dari gerbang masuk Camp Flying Squad WWF dan guest house Balai TNTN, Desa Lubuk Kembang Buga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Selasa (13/8/2019). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

Titik Api Muncul Lagi, Kapolres Pelalawan Riau Perintahkan Personil Menginap di Lokasi Karhutla

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Titik api kembali muncul di Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan Riau yang tersebar di tiga lokasi yakni Kelurahan Teluk Meranti, Desa Segamai, dan Desa Gambut Mutiara, Senin (19/8/2019).

Api terdeteksi sejak dua hari yang lalu dan semakin meluas di beberapa lokasi yang mengakibatkan tim rayon kecamatan tak mampu memadamkan api sekaligus.

Alhasil tim dari kabupaten seperti Satpol PP dan damkar serta tim Polres Pelalawan dikirim ke lokasi untuk membantu upaya lokalisir dan pemadaman api Karhutla.

"Tadi anggota sudah saya kirim kesana dan dipimpin langsun oleh pak waka. Pemadaman harus dilakukan dengan strategi dan pola yang bagus agar efektif," ungkap Kapolres Pelalawan, AKBP Kaswandi Irwan SIK, kepada tribunpelalawan.com, Senin (19/8/2019).

Baca: BREAKING NEWS: Gedung DPRD Papua Barat Dibakar Massa dalam Kerusuhan di Manokwari

Baca: Manokwari Mencekam, Massa Bakar Gedung DPRD & Sejumlah Ruas Jalan Diblokade, Wagub akan Turun Tangan

Baca: Kerusuhan Manokwari Papua Barat, Kapolda dan Pangdam Dievakuasi, Aparat Diserang

Kapolre Kaswandi memerintahkan personilnya yang terlibat dalam tim operasi untuk menginap di lokasi selama, mengingat jaraknya yang cukup jauh dan proses pemadaman lebih efektif.

Apalagi lahan di Teluk Meranti dikenal dengan gambut yang cukup dalam sehingga sulit untuk dipadamkan.

Dibutuhkan stok air yang banyak agar api dipastikan hilang dan asap tidak muncul lagi.

"Pokoknya saya tekankan penanggulangan Karhutla harus sampai hilang asapnya, jangan cuman apinya. Lahat gambut kalau masih berasap, api bis muncul lagi jika angin kencang," tukasnya.

Lurah Teluk Meranti, Mursyidin menyebutkan, api Karhutla di tempatnya hilang timbul terus.

Baca: BREAKING NEWS: Ratusan Pengungsi di Pekanbaru Demo di Kantor IOM, Tuntut Kejelasan Nasib

Baca: Ratusan Imigran Aksi Damai di Kantor IOM Pekanbaru: Kami Sudah Capek

Beberapa hari yang lalu karhutla di satu titik sudah berhasil dipadamkan, ternyata titik lain kembali timbula lagi yang saat ini bertambah besar.

Kebanyakan titik api muncul karena ulah manusia yang lalai hingga menyebabkan lahan terbakar.

"Kebanyakan karena orang-orang yang berburu babi dan pemancing. Mereka bermalam di hutan dan membuat api. Dari situlah apinya muncul," tandas Mursyidin. (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved