Meski Kabut Asap Menyelimuti, Sekolah Belum Mau Liburkan Para Murid

Pihak sekolah memilih untuk tetap beraktivitas seperti biasa, namun mengurangi kegiatan di luar ruangan kelas.

Meski Kabut Asap Menyelimuti, Sekolah Belum Mau Liburkan Para Murid
TribunPekanbaru/TheoRizky
Para menggunakan masker saat jam pelajaran beberapa waktu lalu. 

tribunpekanbaru.com - Aktivitas belajar mengajar siswa TK dan SD di Kota Pekanbaru masih tetap berlangsung lancar hingga Kamis (22/8). Pihak sekolah belum mau meliburkan para murid, meskipun kabut asap sudah melanda Kota Pekanbaru selama tiga pekan terakhir.

Kepala SDN 110 Pekanbaru, Dewi Sasmita, mengaku sempat berencana meliburkan murid pada Rabu (21/8) lalu. Namun setelah dilihat lebih jauh, kondisinya dinilai masih memungkinkan bagi para murid untuk datang ke sekolah.

Hanya saja, aktivitas di luar ruang kelas dikurangi lantaran kabut asap terpantau cukup pekat di Jalan Purwodadi. "Kami melihat kondisinya masih memungkinkan untuk sekolah," jelasnya kepada Tribun.

Wanita berkerudung ini juga mempersilahkan bila ada murid yang tidak bisa hadir. Apalagi kalau murid itu tidak memungkinan datang ke sekolah karena kondisi kabut asap. Dewi mengaku, memang ada dua murid yang meminta izin absen, lantaran kondisi kesehatannya sedikit terganggu yang diduga akibat asap.

"Karena kondisi ini mereka kami izinkan tidak masuk sekolah. Sebab kabut asap memang berdampak buruk buat mereka," jelasnya.

Kepala SDN 01 Pekanbaru, Hamidi Syam, juga belum berencana meliburkan murid-murid di sekolahnya. Ia mengaku aktivitas di SD yang berada di Jalan Ahmad Yani tersebut masih berlangsung normal.

"Saat ini belum ada rencana liburkan siswa. Kondisi cuaca masih sedang," jelasnya Kamis (22/8).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, juga menyebutkan saat ini belum ada sekolah yang meliburkan muridnya akibat kabut asap. Meskipun pihaknya sudah mempersilahkan pihak sekolah mengambil kebijakan bila ingin meliburkan siswa sesuai situasi yang ada. Dinas Pendidikan juga sudah mengirimkan edaran terkait kebijakan ini.

"Kalau memang kabut asapnya pekat dan peserta didik mengalami sesak nafas, maka bisa saja pihak sekolah memulangkan atau meliburkan sekolah untuk sementara waktu," jelasnya.

Ia berpesan agar pihak sekolah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan orangtua siswa. Mereka harus melaporkan bila ada rencana meliburkan atau memulangkan peserta didik lebih awal.

Prosesnya harus secara bertahap, sehingga pihak sekolah tidak bisa memulangkan peserta didik di SD sekaligus. "Lain halnya dengan murid TK, mereka bisa dipulangkan langsung sekaligus," jelasnya. (fer)

Penulis: Fernando
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved