Berita Riau
Hampir Injak Ular Kobra, Petugas Karhutla di Pelalawan Riau Terkejut Lihat Harimau Sedang Minum
Petugas pemadaman yang sudah sekitar dua bula berjibaku dengan api di lokasi karhutla, ada yang melihat harimau hingga hampir menginjak ular kobra.
Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
"Kalau cerita warga, mereka memang sudah lama tahu keberadaan harimau itu," ujarnya.
Saat ini pihaknya juga sedang fokus melakukan pemadaman di beberapa titik karhutla. Personel difokuskan melakukan pendinginan dan lokalisir api sampai tidak mengeluarkan asap lagi.
Untuk kesekian kalinya, Kapolres Kaswandi bersama personilnya kembali menginap di lokasi karhutla. Kemarin ia menginap di Desa Merbau Kecamatan Bunut untuk operasi pemadaman.
Jumlah Hotspot Turun Drastis
Hotspot atau titik panas di Kabupaten Pelalawan, Jumat (23/8/2019), menurun drastis dibanding satu hari sebelumnya berdasarkan pantauan satelit Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru.
Hari ini hotspot yang ditemukan hanya 5 titik saja dengan level confidence hanya 2 titiki. Sedangkan Kamis (22/8/2019) lalu titik panas yang terdeteksi mencapai 32 titik dengan level confidence sebanyak 19 titik.
Namun jarak pandang masih tetap sejauh 2 kilometer yang tertutupi kabut asap.
"Sejak sore kemarin hotspot kita terpantau 6 dengan level confidence 2. Kondisi itu berlangsung hingga pagi ini. Memang sebagian wilayah Sumatera blank area," tutur Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio.
Kedua titik panas yang kemungkinan besar merupakan titk api itu terletak di Kecamatan Langgam dan Pangkalan Kuras. Saat ini operasi pemadaman dan pendinginan masih terus dilakukan oleh tim gabungan di beberapa lokasi Karhutla.
Diantaranya di Desa Tambak Kecamatan Langgam tim rayon kecamatan dan perusahaan masih berjibaku dengan api. Termasuk di Desa Merbau Kecamatan Bunut proses pendinginan terus diupayakan petugas di lapangan.
Sedangkan di Kecamatan Teluk Meranti petugas juga melakukan lokalisir api mengunakan alat berat sekaligus pemadaman dan pendinginan. Demikian juga di areal Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui.
"Upaya pemadaman masih terus kita lakukan. Tim gabungan di masing-masing areal berjibaku di lokasi," tambah Hadi Penandio.
Selain tim operasi darat yang berperang dengan api Karhutla, tim satgas udara juga turut membantu pemadaman di Pelalawan.
Sehari sebelumnya ada tiga helikopter yang dikirim tim satgas udara untuk melakukan water bombing di lokasi karhutla. Satu heli diarahkan ke Desa Tambak Kecamatan Langgam, satu heli dikirim ke Teluk Meranti, dan satu lagi digiring ke Desa Lubuk Kembang Bunga, Ukui.
(Tribunpekanbaru.com/johannes tanjung)