Gembong OPM Papua Bersikap Jadi 'Korban' Oleh Pemerintah RI Saat Diwawancarai Media Asing

Isu rasisme di daerah Jawa Timur yang menimpa masyarakat Papua memicu tragedi yang berujung pada aksi kerusuhan.

Gembong OPM Papua Bersikap Jadi 'Korban' Oleh Pemerintah RI Saat Diwawancarai Media Asing
Kodam Cendrawasih/istimewa
Ilustrasi- PENGEJARAN KKB PAPUA, Tiga Prajurit TNI Gugur, 7-10 Orang KKB Tewas, Identitas Korban & Kronologi. Evakuasi jasad Praka Nasruddin yang gugur dalam kontak senjata melawan KKB di Mapenduma, Nduga, Senin (28/1/2019) 

Gembong OPM Papua Bersikap Jadi 'Korban' Oleh Pemerintah RI Saat Diwawancarai Media Asing

TRIBUNPEKANBARU.COM - Isu rasisme di daerah Jawa Timur yang menimpa masyarakat Papua memicu tragedi yang berujung pada aksi kerusuhan.

Kerusuhan ini ternyata tak hanya disoroti media di Indoneisa, melainkan juga media Internasional.

Salah satu media Kanada CBC News, belakangan telah melakukan pembicaraan langsung dengan sosok pemimpin OPM Benny Wenda.

Gembong OPM itu pun memanfaatkan momen tersebut untuk menarik simpati dunia internasional.

Dalam kesempatan itu, presenter CBC News Natasha Fatah menanyakan seputar isu rasisme yang berujung kerusuhan di papua.

Hasil video wawancaranya itu pun di unggahnya melalui akun Twitter pribadinya @NatashaFatah.

"Seorang pengunjuk rasa tewas di Papua Barat setelah seminggu kerusuhan untuk memerdekakan papua dari Indonesia.
Banyak orang di Papua Barat mengatakan bahwa mereka adalah masyarakat yang berbeda, dan tunduk pada rasisme dan diskriminasi konstan.

Baca: Dihadang KKB di Mbua Papua, Pratu Sirwandi Meninggal dengan Luka Tembak di Dada dan Perut

Saya berbicara dengan pemimpin kemerdekaan Papua Barat @BennyWenda," tulisnya dalam Twitter. 

Demikian Isi wawancara Benny Wenda dengan presenter CBC News.

Halaman
1234
Editor: Guruh Budi Wibowo
Sumber: GridHot.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved