Pemufakatan Jahat Pembunuhan Munir, Suciwati Sebut Presiden SBY Hingga Jokowi Tak Berani Ungkap

Penuntasan kasus pembunuhan terhadap pegiat HAM, Munir belum tuntas sepenuhnya hingga saat ini.

Pemufakatan Jahat Pembunuhan Munir, Suciwati Sebut Presiden SBY Hingga Jokowi Tak Berani Ungkap
TRIBUNNEWS.COM/IQBAL FIRDAUS
Istri aktivis Munir Suciwati Munir berpidato di depan massa aksi Kamisan ke 600 di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (5/9/2019). Aksi Kamisan merupakan aksi menyuarakan pendapat dari korban atau keluarga korban pelanggaran HAM di Indonesia. 

Pemufakatan Jahat Pembunuhan Munir, Suciwati Sebut Presiden SBY Hingga Jokowi Tak Berani Ungkap

TRIBUNPEKANBARU.COM - Penuntasan kasus pembunuhan terhadap pegiat HAM, Munir belum tuntas sepenuhnya hingga saat ini. 

Munir dibunuh dalam kabin pesawat Garuda Indonesia saat terbang ke Belanda 15 tahun silam.

Istri aktivis HAM Munir Said Talib, Suciwati, menyebutkan bahwa kasus suaminya yang hingga saat ini belum tuntas karena ada permufakatan jahat dari aktor intelektualnya.

Hal tersebut, kata dia, yang menyebabkan presiden sejak era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Joko Widodo (Jokowi) saat ini tak berani mengungkapnya.

"Ini permufakatan jahat penjahatnya kuat sehingga presiden tidak berani mengungkapnya. Ini sebuah kemunduran untuk negeri kita karena menunjukkan penjahatnya lebih kuat," kata Suciwati saat memberikan keterangan dalam konferensi pers 15 Tahun Terbunuhnya Aktivis HAM Munir di Kontras, Jumat (4/9/2019).

Suciwati mengatakan, kasus pembunuhan suaminya yang belum tuntas ini membuatnya prihatin.

Dia pun berharap agar realitas pahit yang terjadi saat ini bisa diperbaiki.

Terlebih hal ini sudah berlangsung selama 15 tahun. "Kasus Munir sudah 15 tahun.

Ini angka yang cukup banyak buat saya," kata dia. Menurut dia, kasus pembunuhan suaminya pada 7 September 2004 ini sudah terang benderang.

Halaman
12
Editor: Ilham Yafiz
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved