Sudah 70 Hektare Kawasan Taman Hutan Raya Sultan Thaha di Jambi Hangus Terbakar

Karhutla di Jambi juga merambah kawasan Taman Hutan Raya Sultan Thaha di Batanghari, Jambi. Bahkan sudah 70 hektare kawasan itu hangus.

Sudah 70 Hektare Kawasan Taman Hutan Raya Sultan Thaha di Jambi Hangus Terbakar
internet
Karhutla melanda lahan gambut di perbatasan Kabupaten Muarojambi dan Tanjungjabung Timur, Jambi, beberapa hari lalu. Kawasan Taman Hutan Raya Sultan Thaha di Kabupaten Batanghari, juga tak luput dari karhutla. 

tribunpekanbaru.com - Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin di Kabupaten Batanghari, Jambi, terbakar. Luas lahan Tahura yang terbakar mencapai 70 hektare.

“Pada Kamis sampai Sabtu kemarin sekitar 20 hektare kawasan Tahura kembali terbakar, sampai saat ini sekitar 70 hektare lebih kawasan Tahura yang sudah terbakar,” kata Ketua Tim Brigdalkar Tahura Sultan Thaha, Sandy, di Jambi, Minggu (8/9).

Seluas 70 hektare kawasan Tahura yang terbakar tersebut terletak di kilometer 12 sampai dengan kilometer 20 Desa Senami. Menurut Sandy, medan karhutla yang terdapat di kawasan Tahura cukup berat dan membuat petugas cukup sulit melakukan pemadaman jika terjadi kebakaran.

Sehingga petugas hanya mampu melakukan pemadaman di daerah yang dapat terjangkau. Selain itu, alat untuk memadamkan kebakaran terbatas.

Kawasan Tahura yang terbakar juga terjadi di beberapa titik lokasi, sehingga petugas sedikit kewalahan untuk melakukan pemadaman. Jika kebakaran terjadi di tengah-tengah kawasan hutan lebat, lokasi sulit terjangkau oleh petugas.

“Kita sangat mengharapkan turunnya hujan, sehingga titik-titik api yang berada di tengah kawasan dapat terpadamkan,” kata Sandy.

Sementara itu, penyebab kebakaran di kawasan Tahura tersebut, menurut Sandy, merupakan faktor kesengajaan oleh oknum. Pasalnya, waktu terjadinya kebakaran hutan di kawasan tahura tersebut hampir terjadi di jam-jam yang sama. Kebakaran di kawasan tersebut selalu terjadi antara pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 15.00 WIB.

Saat ini, petugas Tahura daerah itu masih melakukan penyelidikan terhadap oknum pembakar lahan di kawasan Tahura tersebut.

Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup daerah itu sejak sebulan terakhir terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak membakar arang di sekitar kawasan Tahura.

“Namun jika peringatan dan sosialisasi yang kita berikan tidak diindahkan, akan kita tindak secara tegas,” katanya. (rol/rin)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved