Pelalawan

Kabut Asap di Pelalawan Riau Kian Pekat, Jarak Pandang Hanya 1.000 Meter, Semua Sekolah Libur Total

Jarak pandang terus menurun jadi 1 Kilometer akibat tertutup asap bercampur embun pagi ini.

Kabut Asap di Pelalawan Riau Kian Pekat, Jarak Pandang Hanya 1.000 Meter, Semua Sekolah Libur Total
Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Kondisi kabut asap di Pangkalnya Kerinci Kabupaten Pelalawan Riau kian parah pada Rabu (11/9/2019). Petugas kebersihan tetap melaksankan tugasnya. 

Kabut Asap di Pelalawan Riau Kian Pekat, Jarak Pandang Hanya 1.000 Meter, Semua Sekolah Libur Total

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Kabut asap di Kabupaten Pelalawan Riau pada Rabu (11/9/2019) semakin pekat hingga mengakibatkan jarak pandang hanya tinggal 1.000 Meter khususnya di Kecamatan Pangkalan Kerinci dan sekitarnya.

Masyarakat tampaknya mulai enggan keluar rumah akibat asat yang kian parah. Setiap pengendara motor tampak menggunakan masker dan helm untuk melindungi wajah dari jerebu.

"Asap makin tebal ini hampir sama dengan kondisi tahun 2015 lalu yang sangat parah. Sampai kapanlah seperti ini," ungkap seorang perempuan yang bertugas menyapu jalan di perkantoran Pemkab Pelalawan kepada tribunpelalawan, Rabu (11/9/2019).

Baca: Bunuh Ipar dengan Sadis di Kuansing, Dua Bersaudara di Riau Dituntut Hukuman Penjara Seumur Hidup

Ia merasakan sesak di dadanya jika berlama-lama menghirup asap meski telah memakai masker atau pembungkus wajah sejenisnya. Matanya juga perih terpapar asap bercampur debu dan kabut. Wanita berhijab ini berharap jerebu segera berlalu hingga ia bersama rekan-rekannya lebih leluasa melaksanakan pekerkaan sebagai petugas kebersihan.

"Kalau seperti ini terus, siapa yang tahan. Yang ada kita kena penyakit," katanya sampai meminta namanya tidak disebutkan.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio, jarak pandang terus menurun jadi 1 Kilometer akibat tertutup asap bercampur embun pagi ini. Kabut tebal yang tampak menguasai angkasa Pelalawan berasal dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di beberapa kecamatan. Ditambah lagi asap kiriman dari daerah lain yang tingkat Karhutla parah.

"Arah angin berhembus ke kita membawa asap dari daerah tetangga, terlihat dari pergerakan asap di peta," tutur Hadi Penandio kepada tribunpelalawan.com, Rabu (11/9/2019).

Menurut Hadi Penandio, pagi ini terpantau 43 hotspot di Pelalawan dari jumlah itu titik panas yang memiliki level confidence diatas 70 persen mencapai 32 titik. Jumlah hotspot yang terdeteksi meningkat dibanding hari-hari sebelumnya.

Baca: Gubernur Riau Syamsuar ke Thailand Saat Kabut Asap Ancam Masyarakat, Ini Kata Dewan Baru Dilantik

Mulai hari ini seluruh sekolah di Pelalawan diliburkan secara total hingga besok mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun sederajatnya.

Kebijakan meliburkan anak sekolah akibat kabut asap yang melanda Pelalawan. (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved