Pekanbaru

STORY - Tak Tahan Lihat Anak Batuk Akibat Kabut Asap di Pekanbaru, Minda Boyong Anak-anak ke Sumbar

Ditanya tentang keberangkatannya, Minda mengakui anak-anaknya sudah beberapa hari batuk dan sesak.

STORY - Tak Tahan Lihat Anak Batuk Akibat Kabut Asap di Pekanbaru, Minda Boyong Anak-anak ke Sumbar
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Pasien yang akan berobat di Puskesmas Simpang Tiga, Pekanbaru memakai masker akibat kabut asap yang semakin pekat di Pekanbaru, Selasa (10/9/2019). (Tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir) 

STORY - Tak Tahan Lihat Anak Batuk Akibat Kabut Asap di Pekanbaru, Minda Boyong Anak-anak ke Sumbar

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sudah 30 menit Minda duduk di kursi angkutan travel Pekanbaru menuju Sumatera Barat.

Sambil memangku dua anaknya sekira umur 3 dan 5 tahun, di kawasan loket tak jauh dari Simpang Panam.

Kabut asap tampak masih cukup tebal di luar. Minda dan anak sulungnya tampak mengenakan masker.

Sementara anak bungsunya enggan memakainya, walau sudah beberapa kali dibujuk sebelumnya.

Ditanya tentang keberangkatannya ke Sumatera Barat, Minda mengakui anak-anaknya sudah beberapa hari batuk dan sesak.

Baca: Viral Istilah Tour de Asap di Medsos Anak Muda Siak Riau, Tokoh Pemuda: Jembatan Menuju Langit

Baca: Gubernur Riau Syamsuar ke Thailand Saat Kabut Asap Ancam Masyarakat, Ini Kata Dewan Baru Dilantik

Baca: LAM Minta Presiden Jokowi Turun ke Riau Atasi Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan

Karena tidak tahan lagi, suaminya kemudian menyarankan agar anak-anak dibawa pulang kampung, ke Batusangkar, Sumatera Barat.

"Anak kami memang ada penyakit sesak. Apalagi kalau sudah ada asap begini, kambuh sakitnya, sempat beberapa hari sebelumnya. Makanya kami mau berangkat ke kampung, di suruh suami. Suami memang tidak ikut. Tadi suami mengantar ke sini, karena ada pekerjaan, tidak bisa menunggu," kata Minda kepada Tribun, Rabu (11/9/2019) siang.

Dikatakan ibu berhijab ini, sebenarnya ia sudah menjadwalkan pulang pada Oktober 2019 mendatang, karena adiknya akan menikah.

Namun jadwal itu terpaksa ia percepat lantaran anak-anaknya tak tahan dengan kabut asap Riau.

"Semoga cepat hilang kabut asapnya. Kalau begini terus, kasihan anak-anak, jangan sampai nanti ada korban berjatuhan seperti kabut asap dulu," ulasnya.

Lain lagi dengan Robi, lebih memilih memilih mengajak anak istrinya untuk menginap di hotel. Saat ditemui di Hotel FOX Harris Pekanbaru Jalan Riau, Robi mengatakan, hotel menjadi tempat yang cukup aman dari asap.

"Hotel lebih kedap, steril dan tidak terbuka. Jadi pas rasanya kalau bawa anak istri ke sini. Selain mengungsi, bisa sekaligus piknik dan liburan. Kalau saya tetap kerja seperti biasa. Anak-anak dan istri di sini, nanti pulang saya kerja baru berkumpul lagi di sini," kata Robi.

Baca: Lagi Terjadi Kecelakaan di Tol Cipularang, Wanita Indigo Ungkap Sosok Botak yang Suka Mengganggu

Baca: STORY - Sudah Pakai Kipas Angin Kabut Asap Tetap Masuk ke Dalam Rumah, Warga Pekanbaru Mengeluh

Baca: Waspada Kamera Tersembunyi di Kamar Hotel, Ini 4 Cara Mendeteksinya

Ditanya berapa lama ia akan menginap di sana, Robi mengatakan paling lama hanya dua hari. Karena bagaiamanapun untuk mengungsi di hotel butuh biaya penginapan dan makan.

"Saya kebetulan kan anak yang besar mau ulang tahun beberapa hari lagi. Jadi memang sudah dijanjikan untuk menginap di hotel, pas weekend dan libur. Tapi karena saat ini kabut asap makin menjadi, janjinya dipercepat, dan ditambah harinya jadi dua hari, anak-anak setuju. Kalau lebih lama tidak mungkin, karena kan butuh biaya juga untuk menginap menginap di hotel," pungkasnya. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)

Penulis: Alex
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved